REMBANG — Kenaikan nilai jual tembakau di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dalam satu musim membuat petani sumringah.
Bagaimana tidak, nilai jual yang diperoleh dari produksi tembakau di Rembang tembus diangka Rp 503,84 miliar.
Di tahun 2023 luas panen 6,298 hektare, produksinya 12.598 ton.
Angka ini mengalami trend kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana luas panen di tahun 2022 hanya 5.207 hektare.
Dengan produksi yang dihasilkan 9.040 ton, atau dirupiahkan mencapai Rp 316.40 miliar.
Produksi dan perolehan itu juga membuat Bupati Rembang, sumringah.
Hal itu karena nilai jualnya mencapai setengah trilyun lebih di satu musim.
”Sampai bank plat merah kalau boleh menolak orang nabung tak tolak. Banget wong nabung di wilayah Rembang selatan dan barat,” kata bupati dalam sebuah forum pembinaan ASN belum lama ini.
Disampaikan beberapa warga yang tanam tembakau banyak menabung.
Orang-orang kecil menabung rata-rata Rp 50-100 juta.
Itu artinya dari sisi pertumbuhan ekonomi salah satunya dari pertanian.
Catatan koran ini perputaran uang tembakau tersebut setara seperempat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), jumlah tersebut menjadi nilai yang cukup besar.
Kenaikan nilai jual tembakau di Rembang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya yang sudah menjalin kemitraan.
Komoditas tersebut tersebar 12 kecamatan, selain Sluke dan Kragan.
Nilai jual yang diperoleh cukup masuk akal karena kualitas tembakau Rembang relatif bagus.
Ditunjang kondisi alam yang mendukung dengan curah hujan rendah menjadikan rata-rata kualitas baik.
Bisa dikatakan cita rasa tembakau Kabupaten Rembang patut diajungi jempol. Salah satunya yang dikembangkan di desa Pinggan, Kecamatan Bulu.
Hal itu dibuktikan saat mengikuti Soropadan Agro Festival di Temanggung.
Kualitas tembakau di desa Pinggan menjadi ysng terbaik I kategori lembutan sawah dan tegal.
Diluar nilai jual dan kualitas, hanya kendala sedikit keluhan ada bakul-bakul di luar kemitraan ikut membeli, tapi tidak ikut merintis.
Terkait adanya itu terus dikomunikasikan, agar kerjasama mitra dengan petani tembakau terus berjalan baik. (noe)
Editor : Dzikrina Abdillah