REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggencarkan imunisasi polio. Total ada sekitar 66 ribu anak yang menjadi sasaran program ini.
Program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Pilio ini merupakan respons atas temuan satu kasus anak yang terjangkit polio di Kabupaten Klaten.
Sehingga Pemkab pun menggencarkan imunisasi yang rencana dimulai besok (15/1) sampai dengan (21/1).
Jadwal tersebut merupakan agenda putaran pertama. Pada putaran kedua, rencana pelaksanaan 19-25 Februari.
Lokasi sasarannya mulai dari sekolah, posyandu, puskesmas, dan layanan kesehatan di desa.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Maria Rehulina menjelaskan, saat ini pemerintah sudah menetapkan kasus Polio sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Meskipun baru ada temuan sat kasus. Sub PIN Polio tahun 2024 ini hanya dilaksanakan di daerah yang berstatus KLB.
Yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dia bilang, sasaran imunisasi ini adalah anak usia 0 sampai 7 tahun 11 bulan 29 hari. Total ada 66.232 anak.
Baru-baru ini DKK Rembang sudah mengambil vaksin ke Dinkes Provinsi Jawa Tengah.
"Kami menegaskan vaksin polio ini halal dan aman , efek sampingnya juga minimal sekali," katanya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dan sosialisasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.
"Karena imunisasi vaksin polio ini secara tetes, kalau ada efek samping itu diare , biasanya tidak berat,” imbuhnya.
Dengan imunisasi polio lengkap, kata dia, maka anak bisa terhindar dari virus.
Kalaupun tertular, tidak menimbulkan efek yang berbahaya.
Orang yang terkena virus polio bisa saja tidak mengalami gejala. Namun yang bersangkutan bisa menularkan virus polio.
"Hanya 25 persen orang yang terkena polio yang menimbulkan gejala. Gejalanya ini demam, nyeri tenggorokan, kaki sebelah terasa lumpuh layu dan sakit," katanya. (vah/him)
Editor : Ali Mustofa