REMBANG – Sebanyak 400-an vegetasi pohon di jalur hijau kota Rembang terutama di Jalan Pemduda rawan tumbang saat musim penghujan seperti saat ini.
Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang menyebutkan jika setengah dari pohon rawan tumbang karena termakan usia.
Baca Juga: Sambut Masa Kampanye Pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang Selenggarakan Istighosah, Ini Tujuannya
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Rembang, Taufik Darmawan menyebutkan usia pohon sudah 20-an tahun sehingga dikategorikan sudah tak produktif.
Hal itu bisa dilihat dari kondisi batang pohon yang mayoritas sudah keropos dan puncaknya dimakan meranggas.
“Di jalur hijau rata-rata mendekati usia 20-an tahun. Dominan di jalan pemuda vegetasinya sampai 400-an batang,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Untuk mencegah kerawanan ambruk, mulai kemarin pihaknya mulai melakukan perawatan rutin ruang terbuka hijau (RTH).
Baca Juga: Penghapusan Objek Pajak Bisa Bikin PAD Rembang Jeblok, Ini Alasannya
Salah satunya perawatan pohon peneduh di pinggir jalan atau jalur hijau.
Untuk di Jalan Pemuda yang ditanami pohon angsana dan trembesi.
Hasil pantauan yang harus dilakukan pemangkasan, khususnya angsana karena sudah terlalu rendah.
Sehingga cukup membahayakan pengguna jalan. Selain itu juga berpotensi mengganggu jaringan listrik.
“kami tebang minimal 2,5 meter dari jaringan. Itu secara umum pemangkasan di sisi luar pohon. Di dalam tidak imbang, maka beberapa pohon miring ke dalam. Itu juga antisipasi. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim