REMBANG - Sejumlah arsip tentang perempuan yang berkecimpung di industri Batik Lasem diajukan dalam kegiatan Memori Kolektif Bangsa (MKB) yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Saat ini, koleksi-koleksi tersebut disimpan di museum Nyah Lasem.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Rembang Ahmad Sholchan menilai, pengajuan arsip dari Kabupaten Rembang begitu penting dengan mengangkat arsip Lasem sebagai sejarah perjalanan bangsa.
Melalui cara ini, diharapkan bisa mendukung Lasem menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional yang telah berproses sejak tahun 2019 silam.
Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan masyarakat dan komunitas.
Rencananya, arsip yang akan diajukan adalah milik perseorangan yang dikelola oleh Museum Nyah Lasem.
"Sebuah bangunan Cagar Budaya yang memiliki fungsi sebagai museum, warung makan, tempat diskusi dan guest house," katanya.
Suwargi NS pengelola Museum Nyah Lasem, menjelaskan, arsip yang diajukan ke MKB merupakan koleksi pribadi A. Soesantio dan Baskoro.
Berbagai dokumen tersebut sedang kelola dan dikaji oleh peneliti Yayasan Lasem Heritage.
"Sudah didigitalkan juga secara mandiri. Arsip ini penting karena menjadi sumber perjalanan sejarah Lasem yang baru saja diteliti," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim