REMBANG - Para nasabah lembaga keuangan atau koperasi syariah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Harum mengeluhkan sulitnya penarikan uang tabungan maupun deposito.
Atas hal itu, para nasabah pun lantas mengadukannya ke pihak Polres Rembang.
Baca Juga: Klasemen Akhir Grup D Liga 3 Jateng : Persiku Kudus Lanjut, PSIR Rembang Kukut
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, ada lima ibu-ibu yang mengajukan laporan terkait permasalahan itu ke Polres pada Rabu (22/11).
Baca Juga: Begini Kondisi Pengendara Vario Korban Blongnya Rem Truk Pemuat Es Balok di Perempatan Eks Stasiun Rembang
Puji salah satu nasabah menuturkan, ia mengaku telah menaruh deposito sekitar bulan Mei lalu dengan jatuh tempo selama satu tahun.
Namun, saat ia mencoba mengambil uang bagi hasil yang telah dijanjikan.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Tabrak Pemotor di Perempatan Eks Stasiun Rembang, Begini Kronologinya
Hal tersebut tak kunjung juga terealisasi.
Padahal, pada bulan-bulan sebelumnya pengambilan uang dapat berjalan lancar.
"Deposito saya itu nilainya Rp 265 juta. Baru enam bulan, ini mau ambil jasa tapi kok tidak bisa. Baru lima kali memang. Tapi dulu ya lancar-lancar aja," katanya.
Puji sebenarnya tidak berpangku tangan, ia sempat berinisiatif mengonfirmasi ke pihak BMT dan meminta penjelasan.
Baca Juga: Sore Ini, PSIR Rembang Jalani Laga Hidup Mati Lawan PSDB Demak Demi Lolos ke Babak 12 Besar Liga 3 Jateng
Namun, saat ditanya terkait pencairan uang tersebut, kata Puji, hal itu belum bisa direalisasikan dengan alasan lembaga keuangan yang berkantor di Kecamatan Rembang itu tidak memiliki dana.
Hal yang sama juga dialami oleh Rukati.
Berbeda dengan Puji yang ingin mencairkan uang miliknya sendiri, Rukati mengaku ingin mencairkan tabungan milik orang tuanya.
Baca Juga: Edarkan Ribuan Pil Koplo, Warga Sulang dan Lasem Rembang Ini Dibekuk Polisi, Begini Modusnya
Namun, setelah berkali-kali mencoba mengambil uang tersebut, pencairan itu tak kunjung juga berhasil.
Lebih lanjut, kata Rukati, orang tuanya mulai menabung sejak bulan Juni lalu.
Kemudian pada bulan Oktober kemarin ia mencoba menarik tabungan dan bisa berjalan lancar.
Baca Juga: Edarkan Ribuan Pil Koplo, Warga Sulang dan Lasem Rembang Ini Dibekuk Polisi, Begini Modusnya
Berbeda dengan kini, ketika ia mencoba menarik tabungan milik orang tuanya, hal itu tak kunjung juga berhasil.
"Saya bingung. Tabungan ada Rp 4 juta. Kemarin ada Rp 6 juta sudah diambil bulan 10 (Oktober, Red) Rp 2 juta. Tinggal 4 juta ini," katanya.
Kini, Rukati pun berencana menarik semua uang tabungan milik orang tuanya itu.
Baca Juga: 120 Pekerja Dikerahkan Guna Kejar Deadline Pembangunan, Ini Progres Pengerjaan Gedung Baru Dindikpora Rembang
Sebab, ia merasa khawatir setelah mendengar rumor simpang siur tentang kondisi keuangan BMT.
"Sudah sepekan tidak ada putusan apa-apa," imbuhnya.
Terpisah, saat Jawa Pos Radar Kudus mencoba menghubungi pihak pimpinan BMT, namun sampai berita ini ditulis belum ada jawaban lebih lanjut terkait permasalahan tersebut. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim