REMBANG – Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rembang menyebutkan jika 46.400 jiwa atau 16.581 KK di Kota Garam belum terbebas kesulitan air bersih.
Hingga mendekati akhir tahun ini mereka masih bergantung bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rembang, Sri Jarwanti menyebutkan hingga November ini warga masih terdampak kesulitan air bersih.
Hingga kemarin (17/11), total bantuan air bersih ke masyarakat hampir 6.853.400 liter.
”Kita salurkan air bersih 1.371 tangki. Jumlah KK 16.581 KK dengan 46.400 jiwa. Dari 85 desa di 14 kecamatan,” terangnya.
Menurutnya, dropping air masih terus berlanjut. Selama masyarakat masih membutuhkan.
Sebab hingga kemarin sumber air belum ada, meskipun beberapa wilayah sudah turun hujan.
“Sementara belum signifikan berpengaruh terhadap sumber mata air. Jadi tetap melayani,” ujarnya.
Menurut release Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Untuk Kabupaten Rembang yang hujan di bulan ini wilayah selatan.
Itu terbukti Kecamatan Sulang-Gunem sering hujan beberapa hari terakhir.
”Kita monitoring wilayah selatan. Jadi melihat situasi dan kondisi. Kalau akhir bulan ini wilayah Kabupaten Rembang sudah hujan secara signifikan, sumber mata air diperkirakan mulai normal,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa