REMBANG – Viral di media sosial (medsos) adanya konferensi pers bertajuk ”Majelis Permusyawaratan Rembang" digelar di Rembang pada 12 November pukul 12.00 WIB.
Juga mencantumkan sejumlah nama tokoh, seperti Gus Mus, Goenawan Muhammad, dan Sinta Nuriyah Wahid.
Bahkan, informasi yang beredar menyebutkan akan ada pernyataan tentang pandangan mengenai situasi politik.
Baca Juga: Eks Menag hingga Eks Pimpinan KPK Sowan ke Kediaman Gus Mus di Rembang, Ini Isi Pembicaraannya
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, di sekitar Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang, para awak media berkumpul.
Sampai dengan pukul 10.00 WIB, masih belum tampak tamu yang hadir. Pintu ndalem Gus Mus -sapaan akrab KH Mustofa Bisri- juga tampak tertutup. Pihak keluarga Gus Mus justru mengaku tak menahu soal acara tersebut.
Kabar tentang acara pertemuan ”MPR (Majelis Permusyawaratan Rembang)" sebagaimana yang dicantumkan di pamflet itu, dibantah oleh keluarga Gus Mus.
Menantu Gus Mus, Wahyu Salvana menegaskan, di ndalem tidak ada agenda acara khusus. Namun, hanya sebatas sowan biasa.
Baca Juga: Ini Dia Pamflet yang Menarasikan Agenda Majelis Permusyawaratan Rembang di Ndalem Gus Mus
”Sowan layaknya tamu-tamu biasa. Kebetulan abah punya waktu kosongnya hari ini (kemarin, Red)," katanya.
Wahyu Salvana menuturkan, Gus Mus tidak pernah mengundang dan membuat acara sebagaimana yang tercantum dalam pamflet. Gus Mus juga sempat kaget setelah mengetahui adanya pamflet itu.
”Kalau gambar itu (pamflet acara MPR, Red) sudah tersebar jauh-jauh hari. Abah (Gus Mus, Red) pun tidak mungkin berkenan. Itu (acara MPR, Red) bukan kami yang bikin," katanya.
Ia meminta, dalam hal ini agar bisa berpikir jernih dan pihak Gus Mus tidak disangkut pautkan dengan politik.
”Jangan sampai mem-framing Gus Mus bikin acara seperti ini. Kami di sini tidak pernah membahas pilpres. Bahkan, di lingkungan keluarga tidak pernah ada perintah nyoblos ini. Di rumah ini merdeka menentukan pilihannya," tegasnya.
Baca Juga: Bacakan Puisi di Taman Budaya Solo, Gus Mus : Ada Keripik Rasa Keju dan Ikan, Ada Republik Rasa Kerajaan
Sekitar pukul 10.30, para rombongan tokoh pun hadir. Di antaranya ada Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin, Sastrawan Goenawan Muhammad, Romo Beny Soesetyo, dan Omie Komariah. Di depan ndalem, rombongan disambut oleh Wahyu Salvana.
Setelah itu, mereka langsung masuk dan pertemuan berlangsung tertutup sekitar 1,5 jam.
Selanjutnya, keterangan kepada awak media tentang pertemuan tersebut, dilaksanakan di tempat terpisah. Tidak berada di lingkungan pondok.
Goenawan Muhammad saat memberikan keterangan menyampaikan, kunjungan ke Gus Mus, untuk sowan dan berbagi rasa. Menurutnya, saat ini terdapat banyak kebohongan.
”Karena kesetiaan bisa dibeli. Kedudukan bisa dibeli. Menjelang pemilihan presiden, menurut saya makin mencemaskan," jelasnya.
Baca Juga: Sowan ke Ndalem Gus Mus, Ganjar Pranowo Cerita Keseharian hingga Bahas Sambel Terong
Omie Komariah juga menyatakan demikian. Saat bertemu Gus Mus, ia mencurahkan hatinya soal korupsi kolusi nepotisme (KKN) yang diperjuangkan saat reformasi, dianggap tidak ditunaikan secara sungguh-sungguh.
”KKN justru semakin menggurita dalam pelaksanaan penyelenggaraan negara," kata istri Nur Cholis Majid itu.
Sedangkan Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin merasa, Gus Mus merupakan sosok yang memiliki kejernihan berpikir dan kedalaman rasa.
Dengan begitu, pihaknya ingin mengonfirmasi apa yang ia rasakan juga dirasakan Gus Mus.
”Setelah kami menyampaikan curhat, beliau (Gus Mus, Red) langsung mengatakan, bahwa beliau merasakan hal yang sama," ungkapnya.
Baca Juga: Ada Apa? Gubernur Jatim Khofifah Sowan ke Kediaman Gus Mus di Rembang, Ini yang Dibahas
Lukman menambahkan, Gus Mus menekankan bahwa harus kembali ke nilai. Baik bagi penyelenggara negara maupun masyarakat.
”Boleh jadi penyelenggara negara tidak berperilaku sebagaimana yang kita harapkan, ini juga karena sebagian masyarakat mengalami krisis nilai yang sama," ujarnya.
Sementara itu, disinggung soal acara ”MPR", Alif Iman Nurlambang, selaku koordinator acara mengatakan, pertemuan kemarin merupakan perdana.
Tujuan sowan sendiri untuk bersilaturahmi dan menyampaikan situasi yang sedang berkembang saat ini.
Baca Juga: Mahfudz MD Sowan ke Ponpes Leteh Rembang, Gus Mus: Ngobrol Perang Rusia
”Kalau mengutip puisi Gus Mus kan kami tengah menghadapi satu materi dengan rasa yang berbeda. Termasuk materi republik dengan rasa kerajaan," katanya.
Dengan begitu, menurutnya perlu pertemuan urun rembuk bersama para tokoh bangsa.
”Kalau flyer yang beredar itu, keinginan dukungan kan banyak sekali. Karena itu, tentu ada keinginan memberi judul yang namanya keren; Majelis Permusyawaratan Rembang," ujarnya.
Ia mengaku, Gus Mus berpesan, majelis-majelis semacam ini bisa diperluas.
”Sebagai satu forum untuk memperingatkan kepada kita semua, terutama bagi mereka yang berkuasa. Menyampaikan apa nuraninya," imbuhnya. (vah/lin)
Editor : Abdul Rokhim