Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini

Abdul Rokhim • Selasa, 7 November 2023 | 00:54 WIB

TAWURAN: Tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11).
TAWURAN: Tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11).


REMBANG
- Pihak kepolisian buka suara terkait penyebab pecahnya tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.

Kapolsek Rembang, AKP Sunarto menuturkan, tawuran bermula saat rombongan pelajar dari SMK Umar Fatah menggeber sepeda motor dan melempar batu ke lingkungan SMK Muhammadiyah Rembang.

Baca Juga: Begini Kesaksian Guru yang Melihat Tawuran Antar Pelajar di Depan SMK Muhammadiyah Rembang

Atas kondisi itu, sejumlah pelajar SMK Muhammadiyah pun terpancing dan keluar gerbang sekolah untuk mengejar para pelaku.

Baca Juga: Tawuran Pelajar Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Saling Lempar Batu hingga Guru Turun Tangan

“Kejadian itu bermula saat pelajar dari SMK Umar Fatah melempar batu ke lingkungan sekolah, sehingga memancing pelajar SMK Muhammadiyah untuk kemudian mengejar pelajar SMK Umar Fatah,” katanya.

Sementara itu, setelah menerima laporan terkait adanya tawuran pelajar di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pihak kepolisian pun bergegas menggelar patroli. 

Baca Juga: Sambut Adiwiyata, SMPN 2 Kragan Rembang Sukses Olah Ketapang Jadi Hand Sanitizer

"Kami langsung gelar patroli setelah kejadian," ujarnya.

Kapolsek Rembang, AKP Sunarto menambahkan, selain menggelar patroli, pihaknya juga melakukan pengawalan kepada siswa saat jam pulang di kedua sekolah.

"Sore ini, petugas langsung kita bagi dua. Sebagian berjaga di-TKP sebagian lagi berjaga di sekolah satunya yang terlibat tawuran," katanya.

Baca Juga: Mencekam! Begini KRONOLOGI Tawuran Antar Pelajar di Depan SMK Muhammadiyah Rembang

"Kami juga memantau titik keramaian, seperti kawasan alun-alun, sepanjang Jalan Soetomo, dan kantor-kantor. Tujuannya agar situasi kembali kondusif," lanjutnya.

Tak hanya itu, ke depan pihaknya mengaku akan memanggil perwakilan kedua sekolah untuk dimediasi.

Baca Juga: Pengelolaan Terminal Lasem Rembang Diambil Alih Pemprov Jateng, 25 Lapak Pedagang bakal Digusur

Sehingga, kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Nanti kita panggil kedua belah pihak, kita komunikasikan lebih lanjut," katanya.

Kesaksian Guru hingga Suasana Mencekam

Sementara itu, salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah, Adi Bohan menuturkan, keadaan mencekam saat peristiwa itu berlangsung.

Lebih lanjut, kata Andi, semula ia mendengar suara keras knalpot, lantaran situasi yang tak kondusif ia bersama siswa pun mengecek ke luar kelas.

Baca Juga: Begini Kesaksian Guru yang Melihat Tawuran Antar Pelajar di Depan SMK Muhammadiyah Rembang

"Waktu itu saya masih ngajar, anak-anak juga di kelas. Tapi, hal itu berubah setelah ada suara knalpot di depan sekolah ramai-ramai. Kami pun lantas mengecek hal itu," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku menahan diri untuk tetap di lingkungan sekolah.

Namun, kata dia, hal itu berubah ketika lemparan batu menghujani sekolah.

"Semula menahan diri untuk tidak keluar di lingkungan sekolah. Namun, hal itu berubah ketika ada lemparan batu dan salah satu siswa kita ditarik oleh pelajar dari lain sekolah," katanya.

Baca Juga: Tawuran Pelajar Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Saling Lempar Batu hingga Guru Turun Tangan

Sebelumnya, tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.

Diketahui, tawuran yang melibatkan puluhan pelajar tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

Bahkan, pihak kamanan sekolah dan sejumlah guru pun turun tangan untuk melerai para pelajar yang saling serang satu dengan lainnya.

Baca Juga: Tawuran Pelajar Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Saling Lempar Batu hingga Guru Turun Tangan

Dari video berdurasi 30 detik yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, nampak para pelajar saling serang menggunakan batu.

Tak hanya itu, para pelajar juga saling kejar dan saling pukul tepat di pintu masuk sekolahan tersebut.

"Heee ojo ee, wis eee, wiss ee (Hee jangan ee, sudah, sudah)," kata perekam.

Meski telah dilerai oleh petugas keamanan, tawuran yang diduga melibatkan dua pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammdiyah dan Umar Fatah masih tetap saja berlangsung.

 

Baca Juga: Pengalaman Ahmad Miftahun Fadil-Bintang Yogi Nugroho, Pemain SSB Bintang FC Rembang saat Merumput di Vietnam

Beruntung, tawuran tersebut tak berlangsung lama dan para pelajar segera membubarkan diri usai petugas gabungan turun ke lapangan.

Dikumpulkan di Polres hingga Diproses Hukum

Sebanyak 120 pelajar yang terlibat tawuran antar pelajar di depan sekolah menengah kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo dikumpulkan di halaman Polres Rembang pada Selasa (7/11).

Tak hanya itu, kepala sekolah dan guru juga dihadirkan.

Baca Juga: Terungkap Pemicu Tawuran Antar Pelajar di Depan SMK Muhammadiyah Rembang, Ternyata Gara-gara Ini

Termasuk pihak dinas di Wilayah 3 Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan dalam upaya penyelidikan dalam proses hukum sekaligus membina para pelajar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, para pelajar terlebih dahulu di minta berbaris.

Baca Juga: Bentrok Pelajar Dua Sekolah Swasta di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Akhirnya Berakhir Damai

Para pelajar diberikan arahan petugas dari Polres Rembang di teras pintu utama.

Ada sekira 10 siswa secara bergantian diperiksa di ruangan belakang.

Mereka dimintai keterangan kronologi tawuran.

Kapolres Rembang, AKBP Suryadi saat dimintai keterangan mereka yang terlibat tawuran akan dilaksanakan proses hukum satuan Reskrim.

Hal itu dilakukan agar memberikan efek jera bagi anak-anak sekolah.

Baca Juga: Tawuran Pelajar Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Saling Lempar Batu hingga Guru Turun Tangan

”Kita proses hukum, sesuai tataran anak berhadapan dengan hukum. Kita cari jalan solusi yang terbaik. Intinya kita lakukan efek jera,” tegasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus.

Tentu pembinaan yang setimpal sesuai umur.

Siswa kedua belah pihak sekolah proses. Bukan menakut-nakuti.

Dan sudah dilakukan pemeriksaan.

Total ada 120 anak. Dibedakan ada beberapa orang yang datang ke sekolah.

”Beberapa sudah terdeteksi. Kita periksa. Apa yang dilakukan dia. Harus diterangkan dan kasih efek jera. Proses hukum sesuai porsi atau kegiatan yang dilakukan pada saat tawuran,” penekanan.

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo menyampaikan setelah dilakukan penyelidikan dimungkinkan pelaku salah satu yang sudah identifikasi tentang salah satu SMK di Rembang Kota.
Hari yang sama dikumpulkan kepala sekolah dan guru kedua belah pihak.

”Hari ini (Selasa 7/11) guru beserta kepala sekolah untuk hadirkan anak-anak yang terlibat perkelahian tersebut. Hadir semua. Kita proses sesuai hukum yang berlaku. Masih kami dalami” tegasnya. (noe/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#tawuran #pelajar #smk muhammadiyah #rembang #penyebab #kronologi #SMK umar fatah