REMBANG - Tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.
Diketahui, tawuran yang melibatkan puluhan pelajar tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini
Baca Juga: Pengelolaan Terminal Lasem Rembang bakal Diambil Alih Provinsi, Ini Alasannya
Bahkan, pihak kamanan sekolah dan sejumlah guru pun turun tangan untuk melerai para pelajar yang saling serang satu dengan lainnya.
Dari video berdurasi 30 detik yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, nampak para pelajar saling serang menggunakan batu.
Baca Juga: Pengelolaan Terminal Lasem Rembang Diambil Alih Pemprov Jateng, 25 Lapak Pedagang bakal Digusur
Baca Juga: Ini IDENTITAS Pria yang Meninggal usai Menjaring Ikan di Lasem Rembang
Tak hanya itu, para pelajar juga saling kejar dan saling pukul tepat di pintu masuk sekolahan tersebut.
"Heee ojo ee, wis eee, wiss ee (Hee jangan ee, sudah, sudah)," kata perekam.
Meski telah dilerai oleh petugas keamanan, tawuran yang diduga melibatkan dua pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammdiyah dan Umar Fatah masih tetap saja berlangsung.
Baca Juga: Gagal Terealisasi di Tahun 2023, Penataan TRP Kartini Rembang Diusulkan Ulang Rp10 Miliar
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sosok Hamidatus Sa’adah, Siswi SMKN 1 Sumber Rembang yang Jago Bikin Novel
Beruntung, tawuran tersebut tak berlangsung lama dan para pelajar segera membubarkan diri.
Meski demikian, suasana mencekam nampak terjadi di area jalan tersebut.
Pasalnya, banyak warga yang berlalu lalang dan juga banyaknya pedagang di area tersebut.
Tak hanya itu, akibat kejadian tersebut arus lalu lintas juga sempat tersendat.
Penyebab Pecahnya Tawuran Kata Polisi
Pihak kepolisian buka suara terkait penyebab pecahnya tawuran antar pelajar terjadi di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.
Kapolsek Rembang, AKP Sunarto menuturkan, tawuran bermula saat rombongan pelajar dari SMK Umar Fatah menggeber sepeda motor dan melempar batu ke lingkungan SMK Muhammadiyah Rembang.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini
Atas kondisi itu, sejumlah pelajar SMK Muhammadiyah pun terpancing dan keluar gerbang sekolah untuk mengejar para pelaku.
“Kejadian itu bermula saat pelajar dari SMK Umar Fatah melempar batu ke lingkungan sekolah, sehingga memancing siswa SMK Muhammadiyah untuk kemudian mengejar pelajar SMK Umar Fatah,” katanya.
Polisi Kawal Siswa hingga Gelar Patroli
Kepolisian Polres Rembang menggelar patroli setelah menerima laporan terkait adanya tawuran pelajar di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah atau tepatnya di Jalan dr. Soetomo pada Senin (6/11) siang.
"Kami langsung gelar patroli setelah kejadian," ujarnya.
Kapolsek Rembang, AKP Sunarto menuturkan, selain menggelar patroli, pihaknya juga melakukan pengawalan saat jam pulang kepada siswa di kedua sekolah.
"Sore ini, petugas langsung kita bagi dua. Sebagian berjaga di-TKP sebagian lagi berjaga di sekolah satunya yang terlibat tawuran," katanya.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sosok Hamidatus Sa’adah, Siswi SMKN 1 Sumber Rembang yang Jago Bikin Novel
"Kami juga memantau titik keramaian, seperti kawasan alun-alun, sepanjang Jalan Soetomo, dan kantor-kantor. Tujuannya agar situasi kembali kondusif," lanjutnya.
Tak hanya itu, ke depan pihaknya mengaku akan memanggil perwakilan kedua sekolah untuk dimediasi.
Sehingga, kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: Nelayan di Rembang Keberatan dengan Kebijakan Baru : Beli BBM Harus Bikin Email dan Swafoto
"Nanti kita panggil kedua belah pihak, kita komunikasikan lebih lanjut," katanya.
Kesaksian Guru hingga Suasana Mencekam
Sementara itu, salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah, Adi Bohan menuturkan, keadaan mencekam terjadi saat peristiwa itu berlangsung.
Baca Juga: Pengalaman Ahmad Miftahun Fadil-Bintang Yogi Nugroho, Pemain SSB Bintang FC Rembang saat Merumput di Vietnam
Baca Juga: Tahun 2024, Gaji PNS Pemkab Rembang Diproyeksikan Naik, Ini Penyebabnya
Lebih lanjut, kata Andi, semula ia mendengar suara keras knalpot, lantaran situasi yang tak kondusif ia bersama siswa pun mengecek ke luar kelas.
"Waktu itu saya masih ngajar, anak-anak juga di kelas. Tapi, hal itu berubah setelah ada suara knalpot di depan sekolah ramai-ramai. Kami pun lantas mengecek hal itu," katanya.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini
Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku menahan diri untuk tetap di lingkungan sekolah.
Namun, kata dia, hal itu berubah ketika lemparan batu menghujani sekolah.
Editor : Abdul Rokhim