REMBANG – Siswa siswi SMPN 2 Kragan sukses membuat hand sanitizer berbahan pohon ketapang dan manisan berbahan belimbing.
Inovasi kesehatan dan jajanan ini, disiapkan menyambut penilaian adiwiyata.
Tak hanya itu, sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Sedan-Pandangan ini juga menata lingkungan dan memanfaatkan galon bekas air mineral untuk membuat kreasi pot bunga hingga bikin ecobrick sebagai tempat duduk.
Kerja keras seluruh keluarga SMPN 2 Kragan disiapkan sepenuhnya mendukung sekolah adiwiyata.
Diawali dengan identifikasi potensi dan masalah lingkungan hidup (IPMLH) yang bisa digunakan dasar melaksanakan kegiatan penanaman serta budaya peduli lingkungan.
Ketua tim Adiwiyata SMPN 2 Kragan, Widijanto menyampaikan produk inovatif pembuatan hand sanitizer dari ketapang, dimulai dari proses perebusan tanaman ketapang, setelah direbus ditambahkan daun pandan untuk memberikan aroma.
Hasil pencampuran rebusan tanaman ketapang dan daun pandan didiamkan dalam waktu 1 jam.
Setelah melalui proses pendinginan, hasil campuran dimasukkan ke dalam botol dan dicampur dengan alkohol 75 persen.
”Setelah semua bahan tercampur dikocok secara perlahan agar bahan tersebut tercampur rata, dan setelah tercampur rata, hand sanitizer siap digunakan,” terangnya.
Sementara manisan belimbing wuluh yang digunakan spesies Averrhoa yang mempunyai bentuk lonjong, berwarna hijau muda, dengan tingkat kematangan tidak terlalu muda atau tua.
Dengan berat yang hampir sama yaitu kira-kira 5 gram buah yang didapatkan dari pohon belimbing yang ada di sekitar SMPN 2 Kragan.
”Manisan belimbing diolah dengan cara direndam dengan kadar gula tinggi dan dikeringkan,” imbuhnya.
Tidak berhenti disitu saja. SMPN 2 Kragan membiasakan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan sekolah. Baik fisik, gedung, tanaman di sekitar. T
ermasuk sampah, saluran dan segala fasilitas lainya.
Siswa-siswa memanfaatkan limbah disekitar. Dimanfaatkan barang bernilai lebih.
Misalnya bekas air minum ada yang digunakan pot. Lalu kertas bekas digunakan amplop.
Lalu sampah dimanfaatkan menjadi ecobrick sebagai tempat duduk.
Kepala Sekolah SMPN 2 Kragan, Sriyanta menyampaikan sesuai visi sekolah demi terwujudnya peserta didik yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, cerdas, berkarakter dan berwawasan lingkungan dalam kebhinekaan global siap melaksanakan sekolah adiwiyata.
”Melalui adiwiyata kita tingkatkan perilaku ramah lingkungan hidup,” ungkapnya.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang baik, SMPN 2 Kragan telah memberikan kontribusi luar biasa.
Dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif dan berprestasi.
”Kami berharap SMPN 2 Kragan menjadi lembaga pendidikan yang inspirasi, memberikan pendidikan bermutu. Serta melahirkan generasi penerus yang unggul,” harapnya. (noe/*)
Editor : Ali Mustofa