REMBANG – Pengelolaan Terminal Lasem tipe B diambil alih Provinsi Jawa Tengah. Ke depan terminal tidak hanya jadi tempat naik turun penumpang, tetapi dikembangkan sebagai pusat ekonomi di kawasan kota pusaka lasem.
Keputusan ini setelah Pemda menerima rombongan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi di ruang rapat Sekda pada Seni (30/10) lalu.
Baca Juga: Geger! Pria Ditemukan Meninggal di Dasun Lasem usai Menjaring Ikan di Tambak, Ini Penyebabnya
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Setyo Irawan.
Baca Juga: Tahun 2024, Gaji PNS Pemkab Rembang Diproyeksikan Naik, Ini Penyebabnya
Sekretaris Rembang Fahrudin menyebutkan ke depan terminal akan di bangun lebih bagus untuk menunjang Kota Pusaka Lasem.
“Nanti dibuatkan ruko sebelah timur. Untuk status tanah pasar tidak perlu khawatir masih dipertahankan,” ujarnya.
Atas keputusan tersebut, Pemda menyetujui dan tidak berkeberatan. Terlebih sudah lama menunggu perkembangannya.
Baca Juga: Petugas WIFI di Bulu Rembang Tewas Tersengat Listrik, Alami Luka Bakar Hingga 70 Persen
“Jadi tidak ada alasan lagi mempertahankan terminal tipe B ditarik Provinsi Jateng. Harapan terminal menjadi salah satu tempat bersandarnya berhentinya kendaraan. Kemudian disitu ada perputaran ekonomi,” harapnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Drupodo menyampaikan penyerahan terminal Lasem sudah mengemuka sejak tahun 2018.
Terakhir 1 September 2023 Dishub Provinsi ke Rembang, pada tanggal 13 ajukan nota dinas mengingatkan ulang.
Baca Juga: Seorang Pengedar Uang Palsu di Rembang Ditangkap Polisi, Modusnya Bikin Geleng-gelang
”Ke depan karena Lasem menjadi titik pusat simpul darat, laut. Apalagi seandainya jalur kereta api diaktifkan akan menjadi angkutan penumpang dan barang luar biasa,” imbuhnya.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD), Fery Sumardi menyebutkan akan menindaklanjuti arahan Sekda dengan pemecahan aset.
Baca Juga: Petugas WIFI Tewas Tersengat Listrik, Tubuhnya Tersangkut Gapura di Bulu Rembang
“Nanti secara teknis akan kami rapatkan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ujarnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Setyo Irawan merasa senang karena Pemkab Rembang melepas terminal Lasem untuk dikelola Provinsi.
“Otomatis pekerjaan dan anggaran bertambah. Terminal sertifikat dipecah terminal dan pasar dari provinsi setuju. Prinsipnya fungsi terminal tidak hanya naik turun terminal. Tetapi kedepan pusat pengembangan ekonomi,” ujarnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim