REMBANG – Sofiatun, nenek berusia 86 tahun warga Mbabrik, Sridadi, Pamotan ini hanya bisa pasrah tinggal sendirian di rumah reyot.
Diketahui, sudah 20 tahun lebih ia hidup hanya mengandalkan belas kasihan tetangga sekitar.
Mirisnya, tumah berukuran 3x4 meter berdinding gedhek (bambu) yang ia tinggali tampak sudah lapuk dimakan usia.
Baca Juga: Sah! Relawan Indonesia Ganjar (RIG) Rembang Deklarasikan Dukung Ganjar-Mahfud MD
Baca Juga: Damkar Kesulitan! Gudang Kayu Jati di Sumberjo Rembang Terbakar, Ini Penyebabnya
Selain itu, lantainya pun masih tanah, di dalamnya hanya ada kursi plastik, meja kecil, dan tempat tidur.
Bahkan, untuk tempat mandi dan buang air lokasinya berdekatan dengan ranjang tempat tidurnya.
Senin (23/10) Kepala desa Pamotan, A. Maskhur Rukhani menyambangi rumah Mbah Sofiatun yang lokasinya diketahui juga menumpang tanah milik sekolah setempat.
Pihak desa juga tidak menampik bahwa masih ada warganya yang menempati rumah tak layak.
Mengingat, yang bersangkutan tidak bisa mendapat bantuan program bedah rumah karena terbentur aturan.
"Mbah Sofiatun menempati tanah sekolah menengah pertama (SMP). Alias status tanahnya milik Pemkab Rembang," ujarnya.
Untuk hidup sehari-hari, pihak pemdes dan warga setempat pun berinisiatif mengirim makanan.
”Pagi, siang, dan malam, dikirim desa,” kata Kades saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.
Baca Juga: Diprediksi bakal Ramai Peziarah saat Hari Santri, Ini yang Dilakukan Masjid Jami Lasem Rembang
Baca Juga: Satu Hektare Gudang Kayu Jati di Sumberjo Rembang Terbakar Dilalap Si Jago Merah, Ini Penyebabnya
Aang sapaan Kades Pamotan itu juga mengaku prihatin.
Namun, pihak desa saat ini hanya bisa sebatas memfasilitas pembangunan mandi cuci kakus (MCK).
Sebab, sebelumnya Sofiatun kerap buang air sembarangan.
"Kami ajukan ke Baznas. Akhirnya dapat bantuan diajukan toilet. Namun tentu dari segi kesehatan tentunya kurang," ungkapnya.
Terkait kondisi itu, Pemdes kini terus memperjuangkan agar Sofiatun mendapatkan bantuan dari Baznas ataupun Pemda setempat.
"Kami berharap lantainya di plaster. Dibangun rumah. Desa siap donasi RT/RW baik tenaga dan sejenisnya," imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim