REMBANG - Kerusakan di SDN Ngotet sudah lima bulan tak tersentuh.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang mengklaim pengajuan anggaran tersebut telah disetujui.
Rencananya, perbaikan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan dana darurat.
Baca Juga: Miris! 41 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Begini Potret Gedung BLK Rembang
Baca Juga: Istri Tewas Ditabrak Bus Widji Lestari di Rembang, Suami : Mesin Pembunuh Meraja Jalanan. Sungguh Memuakkan!
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus ada satu kelas yang rusak parah. Kondisi atap sudah jebol. Puing-puing juga masih memenuhi ruangan tersebut.
Selain itu juga ada dua kelas lagi yang rusak. Kondisi plafon sudab berlubang.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus saat di lokasi pada Sabtu (9/9) kerusakan yang ada di SD Ngotet ini sudah berlangsung berbulan-bulan.
Sehingga siswa-siswi harus mengungsi di ruangan lain.
Kepala Dindikpora Rembang Sutrisno saat dikonfirmasi menyampaikan, pengusulan anggaran perbaikan SDN Ngotet sudah disetujui.
Sampai dengan kemarin sedang dalam tahap penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
Baca Juga: Duh! Kendaraan Crane Rusak Lagi, Perbaikan Ditaksir hingga Rp 130 Juta, Begini Kata Dishub Rembang
Baca Juga: Baliho Bacaleg di Rembang Menjamur Sebelum Masa Kampanye, Begini Kata Bawaslu
Disinggung soal kapan perbaikan akan direalisasi, pihaknya belum memberikan keterangan detail.
Hanya saja, Sutrisno menegaskan renovasi bakal digarap secepatnya. "Secepatnya, secepatnya," katanya.
Sementara soal besaran anggaran, ia menjelaskan, proses perencanaan pekerjaan ini tidak dilaksanakan menggunakan proses lelang.
"Penunjukan langsung. (Menggunakan) dana darurat," ujarnya.
Kepala SDN Ngotet Marfuah menyampaikan kejadian atap ambrol itu berlangsung ketika para siswa memasuki libur Idul Fitri sekitar April-Mei lalu.
Baca Juga: Pekerja Asing Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Bakesbangpol : Pelaku Belum Masuk Database Pemkab
Baca Juga: Soal Kondisi Defisit APBD Rembang 2023, Butuh Dua Pekan Rampungkan APBD Perubahan
Pihaknya sudah menginformasikan kepada Dindikpora. Saat ini, kata dia, sudah ditindaklanjuti.
"Sepenuhnya saya serahkan dinas. Semua saya laporkan ke dinas," ujarnya
Aktivitas belajar-mengajar di kelas sudah ia alihkan sejak sebelum bangunan roboh.
Awalnya atap kelas tersebut sudah melengkung. Diduga ruangan ini rusak karena rayap.
"Yang tiga kelas ini saya lokasikan di perpus satu, di ruang TIK, dan di TPQ milik desa. Sehingga KBM tetap lancar tidak ada kendala," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim