Warga Sale Rembang Dukung Pemindahan Jalur Truk Tambang ke Jalur Perhutani, Ini Alasannya

Wisnu Aji • Dipublikasikan Jumat, 1 September 2023 | 23:34 WIB
Truk tambang di Kecamatan Sale, Rembang beroperasi baru-baru ini.
Truk tambang di Kecamatan Sale, Rembang beroperasi baru-baru ini.

REMBANG – Warga di Kecamatan Sale mendukung rencana pengalihan jalur angkutan tambang dari jalan umum ke jalan milik Perhutani.

Tercatat per satu jam ada 50 truk yang hilir mudik melintasi, kondisi ini kerap memicu keluhan warga karena menimbulkan polusi udara dan tak jarang memicu kecelakaan.

Baca Juga: Target Berat! Ini Tugas dari Bupati Rembang untuk Tiga Kepala Dinas Baru yang Harus Dicapai

Baca Juga: RESMI! Bupati Rembang Lantik Sejumlah Kepala Dinas dan Pejabat, Ini Daftarnya!

Camat Sale Moh. Imron mengakui jika pengalihan arus tambang menjadi kabar baik.

Sejauh yang pihaknya ketahui penerapan pengalihan arus dimulai tahun 2024 mendatang atau setelah ada kesepakatan perusahaan menjalin perjanjian kerja sama (PKS).

Namun begitu, intinya para pengusaha angkutan tambang siap membuat usulan tersebut.

“Jadi ini baru usulan. Kalau Perhutani mengamini di tahun 2024. Soal nanti kerja sama dengan Pemkab, misalnya dalam hal penanganan nanti,” terangnya.

Baca Juga: Diserbu Warga, Sembako Sembahyang Rebutan di Kelenteng Cu An Kiong Lasem Rembang Ludes Kurang dari 15 Menit 

Baca Juga: Soal Defisitnya APBD Rembang 2023, Bupati Hafidz: Koyo Rembang Meh Kiamat Wae!

Menurutnya dari informasi yang pihaknya peroleh dari audiensi.

Intinya para pengusaha menyatakan siap. Tetapi Perhutani tidak mau kalau atas nama asosiasi. Harus atas masing-masing perusahaan.

Imron pun menyampaikan terima kasih mewakili warganya atas itikad pengusaha tambang yang sudah mencari alternatif jalur lain. Dari jalur yang selama ini.

Sebab, aktivitas truk tambang cukup tinggi. Dan tak jarang menimbulkan kecelakaan.

Ia mengaku pernah menghitung hilir mudik truk tambang yang melintas Sale-Tahunan.

Baca Juga: Jalan Diaspal Setelah 15 Tahun Rusak, Warga Desa di Sluke Rembang Ini Gelar Syukuran

Baca Juga: Miris! Kakek di Tasik Agung Rembang Ditemukan Meninggal Kelaparan dan Terkunci di Gudang Sendirian, Kok Bisa?

Menurutnya dalam durasi 1 jam hampir 50 kendaraan.

“Ada jam tertentu. Angkutan yang sudah bermuatan dari Pancuran-Tahunan ke arah keluar Sale bisa mencapai 50 an truk. Itu belum yang balik ngosong habis bongkar. Kembali lagi ke Tahunan untuk muat lagi. Biasanya truk minimal 2 kali rit muat dan bongkar,” terangnya.

Praktis warga di ring I penambangan sangat khawatir. Dari kekhawatiran kecelakaan. Lalu terkait debu atau polusi.

“Kemudian ditambah angkutan tambang yang muatan sering overload. Ketika beralih jalur akan mengawetkan jalan kabupaten,” imbuhnya. (noe/ali)

 

Editor : Abdul Rokhim
Abdul Hafidz bupati rembang rembang perhutani jalur tambang