Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Kekeringan di Rembang Meluas, Stok Dropping Air di BPBD hanya Cukup untuk Satu Bulan

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 29 Agustus 2023 | 21:56 WIB
PENYALURAN: BPBD Rembang melaksanakan dropping air bersih baru-baru ini
PENYALURAN: BPBD Rembang melaksanakan dropping air bersih baru-baru ini

REMBANG  – Kondisi kekeringan di Rembang kian meluas. Sementara, ketersediaan pasokan air bersih di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menipis.

Diperkirakan kapasitas dropping air hanya cukup sampai bulan depan.

Sampai dengan Senin (14/8) lalu, baru ada tiga desa yang mengajukan permintaan dropping air bersih. Jumlah tersebut terus bertambah.

Baca Juga: Duh! 8 Tahun LPJ Tak Kunjung Beres, Uang Pensiunan Korpri Rembang Senilai Rp 1,1 M Tak Kunjung Cair, Kok Bisa?

Baca Juga: Bantah Mangkir dari Pembahasan APBD Rembang, Ketua TAPD Siap Blak-blakan Soal Kondisi Keuangan Daerah

Senin (28/8) tercatat sembilan desa yang merasakan dampak kemarau.

Diantaranya adalah Sanetan, Warugunung, Kedung, Kalitengah, Sendangasri, Pranti, Wiroto, Temperak, dan Woro.

Total tercatat ada 4.032 KK atau 11.384 jiwa yang merasakan paceklik air bersih.

Setiap pekan, BPBD harus mengirimkan empat tangki ke desa-desa tersebut secara bergiliran.

Sampai dengan Senin (28/8) sudah terkirim 41 tangki. Sementara anggaran untuk kekeringan dari BPBD Rembang dapat mengcover 140 tangki.

Sehingga, sampai dengan kemarin masih tersisa 99 tangki.

Subkor Logistik BPBD Rembang Zainal Abidin memperkirakan ketersediaan air di BPBD hanya bisa memenuhi kebutuhan dropping sampai satu bulan ke depan.

”Perkiraan nambah terus desa yang mengajukan (dropping air bersih, Red),” ujarnya.

Biasanya, saat melakukan kegiatan dropping air bersih BPBD mengandalkan sumber dari PDAM dan mengambil sumber air yang berada di sekitar lokasi.

Sejauh ini, kondisi sumber-sumber air masih lancar. ”Masih lancar,” imbuhnya.

Baca Juga: Miris! Kakek di Tasik Agung Rembang Ditemukan Meninggal Kelaparan dan Terkunci di Gudang Sendirian, Kok Bisa?

Baca Juga:
Gudang Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Moch Salim Kembali Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kata Zainal, kemarau tahun ini diprediksi sampai dengan Oktober mendatang.

Apabila stok air bersih di BPBD sudah habis, pihaknya akan bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

Diperkirakan, bantuan dari perusahaan tersebut akan bisa memenuhi sekitar 50 tangki.

”Belum bisa memastikan (jumlah tambahan air bersih dari CSR,Red). Diperkirakan 40 sampai dengan 50 tangki,” jelasnya. (vah/ali)

 

Editor : Abdul Rokhim
#rembang #kekeringan #dropping air #bpbd rembang #satu bulan