REMBANG – Gudang kayu milik mantan Bupati Rembang, Moch Salim kembali terbakar pada sabtu (26/8) sore.
Pabrik tersebut berlokasi di di jalan Rembang - Lasem KM. 05, Punjulharjo, Jetakbelah, Punjulharjo, Rembang. Persis sebelah timur Pabrik kayu Karya Mina Putra Wood. Status gudang milik Moch Salim. Tapi disewakan ke perusahaan PT Kayumas Anugrah Jaya (KAJ).
Kabid Damkar, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Bambang Budi Suharto membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, penyebab utama kebakaran saat pengeringan kayu dari cerobong knalpot mengeluarkan percikan api. Lalu mengenai serbuk gergaji. Api lantas semakin besar dan menjalar kemana-mana.
”Info kita terima dilapangan dari tukang diperkirakan asap dari pipa pembuangan oven kayu mengeluarkan bunga-bunga api (percikan) dan jatuh mengenai serbuk atau serpihan kulit kayu kering sehingga menimbulkan api,” terangnya kepada koran ini dilapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwanti melalui Komandan Regu (Danru) Damkar Rembang, Sarpani melaporkan hingga pukul 21.00 kondisi status masih merah digudang kayu yang disewa PT KAJ. Namun dimungkinkan tidak merambat ke tempat lain.
”Pemadaman berlangsung selama 12 jam. Pendinginan 2 jam. Overhaul 1,5 jam. Total proses pemadaman 15,5 jam,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus
Petugas kerahkan 3 mobil pemadam, 3 tangki Damkar, 2 tangki BPBD. Tangki bantuan dari KM Putra sekira 5. Total sekira 10 unit. Kesulitan banyak tumpukan kayu. Petugas isolir tempat kebakaran biar tidak merembet ke gudang atau tumpukan kayu lain.
”Kendalanya area yang terbakar luas dan sulit dipadamkan, terutama banyaknya tumpukan veneer. Tidak ada korban jiwa alias nihil” pungkasnya.
Sementara itu, Saksi sekaligus kepala produksi PT Kayumas Anugrah Jaya (KAJ) Michael menyampaikan api bermula dari serbuk kayu atau serpihan kulit kayu kering yang berada di area tumpukan log kayu.
Adanya hembusan angin ke arah timur (ke arah pabrik) menyebabkan api menjalar cepat membakar pabrik, veneer dan log kayu.
”Kerugian mesin rolling 3 unit, veneer = 300 m3, log kayu meranti 300 m3, truk fuso 1 unit (milik KM, sudah tidak terpakai). Diperkirakan kerugian Rp5 miliar,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Akibat kebakaran ini prodoksi off total. Setidaknya 60 karyawan diliburkan dahulu usai musibah tersebut. Padahal sudah ada rencana dan disiapkan dua shift. Produksi Senin sampai Jumat dari pukul 07.00 sampai 17.00. Sabtu sampai pukul 15.00-16.00. (noe)
Editor : Ali Mustofa