Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sambut 17-an, Warga Dukuh Sugihan Rembang Hiasi Jalan dengan Lampu hingga Tampilkan Parade Tari Orek-orek

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 8 Agustus 2023 | 19:56 WIB
MERIAH: Warga Dukuh Sugihan, Desa Pulo menampilkan tari orek-orek saat pembukaan kampung wisata baru-baru ini.
MERIAH: Warga Dukuh Sugihan, Desa Pulo menampilkan tari orek-orek saat pembukaan kampung wisata baru-baru ini.

REMBANG – Semarak menyambut Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus di Dukuh Sugihan, Desa Pulo, Kecamatan Rembang, berlangsung meriah.

Selain jalan yang dihias dengan lampu-lampu, warga juga kompak menggelar pentas tari orek-orek. Tempat ini akan dikonsep untuk kampung wisata malam.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus saat hari sudah petang, para warga menghidupkan lampu-lampu hias.

Baca Juga: Baru! Begini Rute Anyar Ujian Praktik SIM C di Rembang, Tanpa Zigzag dan Ramah untuk Pengendara

Diketahui, ada enam RT di Dukuh Sugihan yang sudah dipenuhi lampu hias.

Di sepanjang jalan berjajar lampu yang melengkung seperti terowongan. 

Tak hanya itu, di pinggir-pinggir juga dipasang lampu warna warni berbentuk bunga, kuda, hingga udang.

Kemeriahan ini pun mampu menyedot perhatian warga.

Tak hanya gemerlap lampu, warga setempat juga meramaikan dengan pentas tari orek-orek.

Baca Juga: Program Bedah Rumah Bersumber dari APBD di Rembang Mandek : Target 180 Unit Baru Dibangun 2 Unit

Setiap akhir pekan juga akan ada bazar yang menjajakan kuliner tradisional. Ada sekitar 50-an warga yang akan membuka stan.

Kepala Desa Pulo Rudi Pavendi mengatakan, ada seratusan lebih lampu yang dipasang di gang tersebut.

Kegiatan seperti ini memang diagendakan setiap tahun untuk menyambut hari kemerdekaan.

”Ini murni swadaya masyarakat. Sudah sekitar empat tahun melaksanakan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Buntut Pemandu Lagu Ditemukan Bersimbah Darah di Kragan Rembang : LC Dibina, Miras Disita

Warga Sugihan sudah mempersiapkan sejak satu bulan sebelumnya. Diperkirakan kegiatan ini menghabiskan sekitar Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Wisata malam ini akan berlangsung selama bulan Agustus.

”Puncak acara kami akhir Agustus. Nanti ada tontonan sedekah bumi. Kami ramaikan di tanggal 26 Agustus,” ujarnya.

Wisata malam di Dukuh Sugihan ini pun menyedot perhatian warga dari luar desa.

Seperti Titik Yuningsih, salah satu pengunjung dari Desa Kedungrejo. Ia mendapat informasi acara ini dari salah satu teman.

Ia pun nampak enjoy berfoto selfie. Selain itu, dirinya juga sempat menikmati jajanan tradisional nasi jagung.

Titik merasa acara tahun ini lebih meriah, karena ada pentas tari orek-orek.

”Ada tari-tarian, ada lampu yang mengesankan ini. Buat inspirasi juga. Di sini Cuma ada di Sugihan, belum ada di desa lain,” katanya. (vah/war)

Editor : Abdul Rokhim
#sugihan #rembang #pulo #tari orek orek #hari kemerdekaan