Baca Juga : Dua Pelajar di Rembang Jadi Korban Pembacokan Orang Tidak Dikenal, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Rabu (28/6) pagi datang satu ekor sapi yang diangkut menggunakan truk. Hewan mamalia ini dikirim dari Ungaran. Ukurannya hampir memenuhi bak. Kendaraan itu langsung parkir di depan ndalem KH Mustofa Bisri (Gus Mus), pengasuh pondok.
Ada tiga orang yang mengirimkan sapi tersebut. Mereka langsung turun dari mobil dan membuka pintu bak belakang. Tim itu pun memasang dua balok kayu untuk membantu sapi turun. Namun mereka nampak ragu. Khawatir kalau tidak bisa menopang berat sapi.
Akhirnya mereka pun berjalan mencari lokasi yang pas untuk menurunkan hewan kurban kiriman dari Ganjar Pranowo tersebut. Kebetulan tak jauh dari pondok ada aktivitas pembangunan rumah. Di depannya terdapat gundukan pasir.
Mobil truk kemudian diparkir membelakangi pasir itu. Tinggi gundukan hampir sejajar dengan tinggi bak belakang truk. Sehingga memudahkan sapi turun.
Sapi berwarna putih coklat itu lalu dibawa ke dalam pondok. Di dalam sudah ada dua sapi lainnya. Ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan sapi kiriman gubernur ini.
Yusuf Wahab, salah satu pengurus pondok menyampaikan rencana di Ponpes Raudlatut Thalibin akan menyembelih hewan kurban hari ini. Setelah salat Idul Adha.
"Rencananya di Pondok Leteh itu sehabis salat Id. Terus sampai berkelanjutan hari tasyrik. Perhari mungkin satu (menyembelih satu ekor Sapi, Red)," katanya.
Di pondok sendiri, di pondok sudah tiga sapi. Dua berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). "Yang satu dari Pak Ganjar," imbuhnya.
Lebih lanjut, kata Yusuf, sudah dua tahun ini Gubernur Jawa Tengah mengirimkan sapi kurban ke Pondok Leteh. Biasanya jika saat penyembelihan, pengurus pondok bekerjasama dengan jagal.
Para santri membantu membungkus untuk dibagikan. Daging kurban rencananya akan dibagikan ke warga sekitar pondok dan para pengajar madrasah diniyah. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim