Baca Juga : Alun-Alun Rembang bakal Kembali Direnovasi, Pedagang Kuliner Diprioritaskan Dapat Lapak Relokasi
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekira pukul 15.00, area pasar Rembang penuh sesak dipadati warga. Mereka berjajar di pinggir-pinggir jalan untuk menyaksikan arak-arakan tersebut.
Acara itu nampak meriah dengan sejumlah kelompok RT yang tampil. Masing-masing kelompok dilengkapi sound system besar yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka yang telah dihias sehingga menambah kemeriahan karnaval.
Tak hanya itu, tampilan peserta juga unik-unik. Salah satunya, ibu-ibu berseragam kebaya yang menari-nari di sepanjang jalan. Bahkan, ada juga peserta yang bersolek bak kuntilanak lengkap dengan make up tebalnya.
Kepala Desa Sumberjo Slamet Rahayu menyampaikan, total di wilayahnya ada 42 RT. Sementara yang mengikuti acara tersebut ada 39 RT. Sebab, beberapa RT memang tidak mengikuti karena mayoritas warga di sana sudah berusia lanjut.
"Itu di satu RW (tidak mengikuti). RW 5 blok gambiran memang sudah sepuh-sepuh," ujarnya.
Dalam karnaval tersebut, satu RT menampilkan sekitar 50 personel. Sehingga diperkirakan jumlahnya mencapai seribu peserta.
Sementara iitu, kata Slamet, karnaval tahun ini digelar tanpa ada penilaian dari juri. Sebab, warga meminta agar pawai rutinan tersebut tidak dilombakan. Yang penting, acara tetap meriah.
"Karnaval rutin memang agenda tahunan. Permintaan warga harus ada pawai," katanya.
Untuk diketahui, sedekah bumi di Desa Sumberjo sendiri diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Dimulai pada Sabtu (8/6), warga menggelar tumpengan di punden. Esok harinya, dilanjutkan dengan barongan dan pertunjukan wayang kulit.
Rangkaian kegiatan sedekah bumi Sumberjo rencananya akan berlanjut. Pada Selasa (13/6), Pemdes akan menggelar panggung hiburan. Di sana akan ada penampilan seni dari perwakilan warga. Puncaknya, lanjut Slamet, pada tanggal 15 Juni nanti akan dilaksanakan pengajian.
"Panggung hiburan nanti di wilayah RW 2. Pengajiannya di selatan pasar," katanya. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim