Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! APBD Tahun 2022 hanya Sisa Segini, Dewan Minta Pemkab Rembang 'Ngirit' Anggaran

Abdul Rokhim • Jumat, 2 Juni 2023 | 18:06 WIB
Gdeung DPRD Rembang. (ISTIMEWA)
Gdeung DPRD Rembang. (ISTIMEWA)
REMBANG – Angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 Pemkab Rembang meleset dari perkiraan. Dari yang diproyeksikan mencapai Rp 171 miliar, kini justru hanya tersisa Rp 28,5 miliar. Akibatnya, kondisi keuangan pemkab Rembang pun terdampak. Dewan meminta pihak Pemkab untuk lebih hemat menggunakan anggaran yang ada.

Baca Juga : Duh! Tak Ada Anggaran, Proyek Jalur Hijau di Jalan Pemuda Rembang Batal

Sebelumnya, DPRD Rembang mengaku beberapa kali telah melakukan pembahasan bersama Pemkab Rembang untuk mencari solusi. Meski demikian, Anggota DPRD Rembang yang juga bagian dari Badan Anggaran Puji Santoso menyebut, tidak ada defisit pada APBD tahun ini.

Ia menjelaskan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023, terpasang Silpa tahun sebelumnya cukup tinggi. Angkanya mencapia Rp 171 miliar.

Namun, kenyataannya Rembang hanya memiliki Silpa APBD 2022 senilai Rp 28,5 miliar. Angka tersebut terdiri dari BLUD sekitar Rp 13 miliar dan Silpa Murni sekitar Rp 15 miliar.

”Karena kondisi yang kami pasang di Silpa itu terlalu tinggi. Silpa dari BLUD tidak bisa diulik-ulik, sisanya Rp 15 miliar itu Silpa murni yang bisa digunakan untuk kegiatan yang lain. Itu pemahaman saya terkait Silpa tahun 2022,” jelasnya.

Baca Juga : Sejumlah Orang Tua Siswa Geruduk Dindikpora Rembang, Ini Masalahnya

Sementara ini, pihaknya sedang berembuk untuk mencari solusi agar APBD Rembang bisa berjalan dengan stabil. Ia menyadari ketidaksesuaian proyeksi Silpa ini akan berpengaruh pada pembangunan. Sehingga menurutnya saat ini perlu mengurangi belanja atau perlu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Jadi kami lagi berembuk, membahas kira-kira solusinya bagaimana, soluisinya bagaimana, agar kondisi APBD bisa berjalan dengan stabil,” jelasnya.

Ia berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki anggaran DAK, DBHCHT, atau Banprov agar bisa segera melaksanakan kegiatan. Sementara dana-dana lain seperti dana transfer, pendapatan daerah yang sah, PAD bisa dimulai setelah ada pemasukan di kas daerah.

”Karena pada dasarnya anggaran-anggran itu bisa dicairkan kalau progresnya sudah sesuai dengan target sesuai aturan yang ada. Biar dampaknya pembangunan di Rembang sudah bisa dimulai,” jelasnya.

Terpisah, berdasarkan informasi dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sudah ada sejumlah kegiatan bersumber DAK yang tayang untuk lelang. (vah/ali) Editor : Abdul Rokhim
#dprd rembang #pemkab rembang #rembang #silpa apbd tahun 2022 #sisa lebih anggaran #pemkab #silpa