Baca Juga : Soal Nasib Non-ASN yang Rencananya akan Dihapus Pemerintah Pusat, Begini Kata BKD Rembang
Minggu (28/5) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Rembang melaksanakan Musyda di Pendapa Museum RA Kartini.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan pimpinan periode 2023-2028. Sebelumnya proses rutinan lima tahunan ini sudah melewati beberapa tahap. Diantaranya mulai dari penyaringan aspirasi dari pimpinan ranting dan cabang.
Melalui tahapan ini, kemudian didapatkan 39 nama calon. Selanjutnya musyawirin memilih 13 nama yang dijadikan formatur dan menyepakati Mohammad Anshori sebagai ketua, Nur Salim sebagai sekretaris, dan Widada sebagai bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Rembang untuk kemudian diajukan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Di Muhammadiyah tidak harus suara terbanyak yang menjadi ketua. Dalam pemilihan tersebut, nama Widada mendapatkan suara terbanyak, namun yang bersangkutan menyatakan tidak bersedia. Sehingga terpilihlah kembali Mohammad Anshori, untuk melanjutkan program-program sebelumnya. Demikian juga pada pemilihan sekretaris dan bendahara.
Sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rembang, Mohammad Anshori menyatakan, ke depan pihaknya akan memprioritaskan pengembangan bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"Muhammadiyah yang notabenenya adalah organisasi dakwah paling tidak ada pembibitan kader-kader dai," ujarnya.
Rencananya, Muhammadiyah juga akan mendirikan SMA Trensains di Lasem yang akan di-launching pada tahun ajaran baru. Selain itu juga mengembangkan Pondok Pesantren Ad Da'wa yang berada di Rembang.
Widada, selaku Bendahara berharap ke depan dalam hal pendanaan organisasi bisa bersinergi dengan Lembaga Zakat Infaq Sadaqah Muhammadiyah (LazizMu) untuk mengumpulkan pendanaan.
"Harapan ke depan memang bagaimana kami fokus, kunci roda organisasi itu kan pendanaan. Kami nanti bersinergi dengan LazizMu," imbuhnya. (vah/ali/khim) Editor : Abdul Rokhim