Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

377 Nakes di Rembang Terima SK PPPK, Ini Pesan Bupati

Abdul Rokhim • Jumat, 26 Mei 2023 | 23:22 WIB
TERIMA SK: Ratusan tenaga kesehatan menerima surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di pendapa museum RA Kartini Rembang pada Jumat (26/5). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
TERIMA SK: Ratusan tenaga kesehatan menerima surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di pendapa museum RA Kartini Rembang pada Jumat (26/5). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional di bidang kesehatan pada Jumat (26/5). Bertempat di Pendapa Museum RA Kartini total terdapat 377 pegawai yang menerima surat keputusan tersebut.

Baca Juga : Selamat! Sekda Rembang, Fahrudin, Raih Gelar Doktor dari UMS, Apa Isi Disertasinya? 

Abdul Hafidz berpesan dengan ditingkatkannya kesejahteraan para nakes, nantinya akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan. Baik di rumah sakit, puskemas maupun tempat-tempat yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

”Ya, tentunya kami berharap dengan adanya peningkatan kesejahteraan ini akan berbanding lurus dengan pelayanan kesehatan yang semakin baik dan profesional,” kata Hafidz.

Lebih lanjut, kata Hafidz, para nakes yang mendapatkan SK barang tentu bersyukur mengingat, pihaknya tak menampik masih ada ribuan nakes yang masih belum jelas status kepegawaiannya.

”Dengan adanya penyerahan ini. Kini sudah ada 377 formasi yang terisi. Tahun ini masih ada 309 formasi di bidang kesehatan yang tersisa,” terangnya.

Tak hanya itu, Abdul Hafidz juga mewanti-wanti soal tantangan di bidang kesehatan yang kini semakin berat. Sebab, banyak penyakit baru bermunculan yang harus ditangani dengan baik.

Dua tahun terakhir ini, Abdul Hafidz menyebut kerja keras jajaran Dinas Kesehatan termasuk tenaga kesehatan di Rembang membuahkan hasil positif. Mulai dari penanganan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI).

“Seperti ikhtiar penanganan 2019 angka kematian bayi tinggi bahkan urutan nomor 2 dari bawah se-Jawa Tengah, 2022 Rembang masuk papan tengah, tinggal di bawah 100, 90 sekian, asalnya 160 sekian. Ibu yang sedang melahirkan meninggal juga turun drastis , 2022 hanya 6 asalnya hampir ratusan, ini prestasi harus kita tingkatkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Rembang, Ali Syofi’i mengapresiasi kebijakan pemkab terkait keberpihakannya kepada tenaga kesehatan. Mengingat, bupati mengusulkan 349 formasi di tahun 2022 dan 309 formasi di tahun 2023.

”Sudah luar biasa dbbandingkan Kabupaten sekitar kita. Menunjukan Bupati Rembang, Abdul Hafidz memperhatikan sektor kesehatan,” imbuhnya. (adv) Editor : Abdul Rokhim
#penyerahan sk pppk #Abdul Hafidz #bupati rembang #pppk rembang #rembang #pppk #formasi pppk rembang