Baca Juga : Tegas! Pesan Bupati Rembang Abdul Hafidz usai Lantik Sejumlah Pejabat: Kalau Tidak Puas, Silahkan Mundur!
Baru-baru ini, wacana pembangunan Jalan Lingkar Lasem mencuat saat acara Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas hingga para kepala desa di Lasem.
Dikonfirmasi terkait hasil pembahasan tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan pertemuan tersebut untuk mewacanakan pembangunan Jalan Lingkar Lasem.
Wacana ini sebagai alternatif solusi atas gagalnya realisasi Jalan Lingkar Rembang, yang sempat direncanakan bakal melewati wilayah Kaliori - Lasem.
"Kalau Jalan Lingkar Lasem-Rembang yang dulu kami rencanakan itu kelihatannya masih jauh untuk bisa dipenuhi," ujarnya.
Batalnya pembangunan Lingkar Lasem-Rembang itu dikarenakan ada perbedaan soal luasan lahan. Sehingga diproyeksikan terjadi pembengkakan anggaran.
Oleh karenanya, saat ini Pemkab berencana membangun Jalan Lingkar Lasem yang akan melewati Dasun hingga Gedongmulyo.
Dengan proyek tersebut diharapkan bisa mengalihkan kendaraan besar agar tidak melintasi di area Lasem Kota Pusaka.
"Kami mencoba untuk bagaimana membuat Kota Pusaka menjadi nyaman, steril, dari kendaraan yang besar," jelasnya.
Sementara itu, disinggung soal gambaran pembangunan, Hafidz menjelaskan, kemungkinan soal konstruksi bisa didanai oleh pemerintah pusat, untuk pembebasan lahan akan dikomunikasikan kepada masing-masing Pemerintah Desa (Pemdes).
Sebab, rencananya jalan tersebut akan melintasi tanah aset desa. Wacana tersebut akan dimulai pada 2024 mendatang.
"Konstruksi mungkin akan didanai dengan pemerintah pusat. Untuk lahan akan ada sharing dengan desa," ujarnya.
Wacananya Jalan Lingkar akan dimulai dari Kantor Urusan Agama (KUA) Lasem ke barat menuju desa dasun. Kemudian mengarah ke Soditan, Gedongmulyo dan Kiringan. (vah/ali) Editor : Abdul Rokhim