Baca Juga : Sowan ke Ndalem Gus Mus selama Satu Jam, Ganjar Buka Isi Pembicaraan
Dalam pertemuan secara tertutup selama satu jam tersebut, Ganjar mengaku cerita soal keseharian hingga kesukaannya dengan sambel terong.
"Syawalan, sungkem sama Gus Mus. Bahas sambel terong. Saya kalau ke tempat Mbah Mus itu bahas yang lucu-lucu yang menarik," katanya.
Lebih lanjut, kata Ganjar, pertemuan tersebut berlangsung santai sekaligus dalam rangka halalbihalal. "Ya, halalbihalal," katanya.
Baca Juga : Tunggu Hari Baik, PPP Rembang Pilih Daftarkan Caleg setelah Sowan Masayikh
Diketahui, rombongan Ganjar Pranowo sampai di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatut Thalibin, Kelurahan Leteh sekitar pukul 10.40.
Selanjutnya, begitu turun dari mobil langsung disambut keluarga Gus Mus. Setelah itu baru masuk ke ndalem. Beberapa saat Gus Mus pun keluar dari balik sekat tirai yang berada di ruang tamu itu.
Obrolan pun terjadi, dimulai dari soal kesehatan lalu berlanjut ke pembahasan lainnya. Beberapa saat setelah Gus Mus keluar menemui, pintu ndalem pun kemudian ditutup. Sebagian besar rombongan pun menunggu di luar.
Baca Juga : Polisi Amankan Pemuda yang Ayunkan Celurit saat Pentas Dangdut di Sedan Rembang, Ini Identitasnya
Gus Mus dan Ganjar berada di dalam sekitar 30 menit. Setelah itu pintu kembali dibuka. Ada satu orang keluar menawarkan makanan. Beberapa orang yang berada di luar pun langsung ikut masuk. Saat Jawa Pos Radar Kudus melihat dari pintu, ganjar nampak sudah memegang piring.
Setelahnya, pintu itu kembali ditutup. Sekitar 30 menit kemudian, sebelum pulang, Ganjar membagikan mainan kepada anak-anak.
Sementara itu, disinggung soal kontestasi politik jelang 2024, ia tidak memberikan komentar banyak. Pria yang identik dengan rambut putih ini mengaku menyerahkan segala sesuatunya kepada partai.
"Itu biar nanti diurus partai-partai, para pimpinan," ujarnya.
KH Mustofa Bisri juga menyampaikan, saat bertemu dengan Ganjar hanya membahas tentang keseharian. "Kalau kami ngobrol ya begitu-begitu, tentang keseharian," ungkap Gus Mus. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim