Baca Juga : Rumah Makan Bakso Urat “Wong Solo” di Sedan Rembang Terbakar, Ini Penyebabnya
Kepala Desa Tasikagung, Riyanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut. Meski demikian, pihaknya mengaku kini masih mempersiapkan segala sesuatunya termasuk perizinan dalam acara tersebut.
”Rencananya bakal ada lomba volley dan futsal. Hiburannya ada dangdut Manhattan, Adelia hingga Pallapa. Nanti juga ada ngaji bareng Cak Nun lalu bersholawat bersama Habib Anis” katanya.
Lebih lanjut, kata Riyanto, nantinya acara tersebut akan dimulai pada tanggal 28 April 2023 dan dipusatkan di dua lokasi. Yakni, di Dukuh Pabean dan Kramatan.
”Puncaknya biasanya kami gelar sepekan pasca lebaran. Sementara untuk teknis larung sesaji kami masih mengurus proses perizinan,” terangnya.
Sementara, terkait jadwal, pihaknya hanya bisa membeberkan dua acara. Yakni, ngaji bersama budayawan Cak Nun pada Jumat (5/3) dan besholawat bersama Habib Anis pada Minggu (7/5). Sementara, untuk pentas dangdut pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Terpisah, Kasatlantas Polres Rembang, AKP Dwi Panji Lestari saat dikonfirmasi terkait acara budaya kampung nelayan terbesar di Rembang itu membenarkan kabar tersebut. Namun, pihaknya hingga Rabu (12/4) mengaku belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi.
”Kalau dari kabar sih iya, termasuk juga terkait adanya pawai. Untuk surat baru masuk ke pihak intel. Sementara, kami di Satlantas belum menerima secara resmi pemberitahuan tersebut,” katanya.
Sementara itu, terkait rekayasa lalu lintas pihaknya mengaku akan melakukan beberapa skenario jika memang akan ada pawai larung sesaji. Namun, untuk detailnya pihaknya mengaku belum melakukan pembahasan dengan pihak terkait.
”Untuk skenarionya memang belum kami bahas. Nanti coba ditimbang dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait dahulu,” imbuhnya. (noe/khim) Editor : Abdul Rokhim