Baca Juga : Update! Ini Data Sementara Jumlah Korban Kecelakaan Maut Bus Wiji VS Truk di Pantura Rembang
[embed]https://youtu.be/ZCYL6nft7Q0[/embed]
Suhartono terbaring di bed pasien RSUD dr. Soetrasno Rembang saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus. Pria asal Babat, Lamongan, Jawa Timur itu menceritakan, bus berangkat dari Semarang pukul 06.15.
Dia tak ingat berapa penumpang yang diangkut oleh bus Wiji Lestari itu. Karena ada petugas karcis sendiri yang menghitung jumlah penumpang. “Saya kernet, cuma naikin sama nurunin penumpang saja,” katanya.
Ditanya soal detik-detik kecelakaan maut itu, Suhartono tak ingat betul kejadiannya. Tiba-tiba bus sudah bertabrakan dengan truk.
“Tahu-tahu sudah nabrak. Saya kebentur terus kaya ada yang dorong ke bawah, posisi saya di pintu depan kiri,” imbuhnya.
Suhartono mengaku tak tahu kondisi sopir dan kondektur. Yang dia tahu, kondektur dirawat di RSI Arafah Rembang.
“Sopir yang laka ini orang Bojonegoro. Kalau sopir aslinya yang biasanya jalan sama saya, masih satu desa,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, sopir bus Wiji Lestari bernama Abdullah meninggal akibat kecelakaan maut tersebut.
Selain itu, sopir truk yang adu banteng bernama Suwarno juga meninggal. Sementara satu korban meninggal lagi belum diketahui identitasnya.
Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Pantura Rembang, Desa Pasar Banggi Jumat (10/3) sekitar pukul 10.00. Bus Wiji Lestari bernomor polisi S 7601 UJ bertabrakan dengan truk tronton bernomor polisi N 8164 UQ. (*/khim) Editor : Kholid Hazmi