Baca Juga : Pantura Batangan-Rembang Macet Lebih dari 15 Jam, Sejumlah Sopir Rela Puasa untuk Tambah Beli Solar
Kendaraan di Jalan Pantura Rembang yang terjebak kemacetan didominasi kendaraan besar seperti truk. Bahkan saking lamanya menunggu macet, sopir-sopir mematikan mesin kendaraan dan memilih keluar dari kabin truk.
[embed]https://youtu.be/QynUF9324u4[/embed]
Simpati atas kemacetan itu pun datang dari SMAN 1 Rembang. Guru dan siswa membagikan sarapan dan air minum kepada para sopir yang terjebak macet di depan SMAN 1 Rembang.
"Karena melihat kemacetan yang ada, dari sekolah prihatin dengan keadaan seperti ini. Agak terganggu juga untuk lalu lintas anak-anak masuk sekolah. Untuk membantu sopir, kami bagikan nasi bungkus," jelas Tiyono, guru SMAN 1 Rembang.
Total ada 100 nasi bungkus dan minuman yang dibagikan kepada para sopir truk. Hal itu juga untuk mengajarkan siswa berbagi kepada sesama.
Kemacetan tersebut akibat pembangunan jembatan Juwana, ditambah kondisi Jalan Pantura Juwana-Batangan yang rusak parah. Sehingga membuat kendaraan-kendaraan besar melambatkan laju kecepatan.
Dampak dari kemacetan tersebut, jalur alternatif Pati-Rembang menjadi padat oleh kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Dari Rembang, mereka bisa melalui Kecamatan Sumber, lalu ke arah Jaken, Jakenan, hingga tembus ke jalur Pantura lagi. (*) Editor : Kholid Hazmi