Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, selama 2022 di Rembang telah terjadi banjir yang mengakibatkan kerusakan pada 11 breakwater. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Kaliori, Rembang, Kragan, Sarang, dan Lasem.
Salah satunya di area Pantai Caruban. Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di tepian pantai di lokasi wisata ini tampak tergerus. Di pinggir-pinggir telah dipasang tanggul sementara dari karung yang berisi plastik.
Saat berkunjung siang (21/1), kondisi ombak relatif tenang. Para pengunjung terlihat berjalan-jalan di tepi pantai.
”Ini lagi surut (ombak,Red),” kata Khilifah, salah satu warga.
Ika, salah satu warga lain mengatakan beberapa waktu lalu juga sempat ada tinjauan ke Caruban.
”Kemarin sudah ditinjau,” ujarnya.
Data dari BPBD Rembang, rata-rata terjadi dalam bulan Mei. Panjang kerusakan bervariatif mulai dari 35 meter sampai dengan dua kilometer. Seperti di Pandangan Kulon dengan kerusakan breakwater sekitar dua ribu meter, Pandangan Wetan sekitar 250 meter, dan Desa Kragan sekitar seribu meter. Jika di total panjang keseluruhan kerusakan sekitar 10 kilometer dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 18 miliar.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Rembang sudah mengusulkan pembangunan breakwater kepada pemerintah pusat. Seperti di Desa Karangharjo, Kragan yang sudah dibangun tanggul permanen. Sementara untuk wilayah lain, seperti di Pantai Caruban, Lasem, baru dilakukan penanganan sementara.
Sementara itu, saat ini juga diprediksi akan terjadi gelombang tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Agung Dwi Prasetya menyampaikan saat ini ada pemantauan di sepanjang pantai Kota Santri. Mulai Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang.
Pantauan itu sudah berlangsung pada 11 Januari lalu sampai dengan 40 hari berikutnya. “Jadi siaga bencananya dari awal Januari sampai 31 Maret. Kami di daerah di sepanjang pantai mengikuti kewaspadaan itu. Siaga. Sesuatu bisa terjadi,” katanya. (vah/zen) Editor : Ali Mustofa