Baca Juga : Tak Kantongi Izin, Puluhan Pot di Jalan Pemuda Rembang Akhirnya Dipindah
Tahun 2022 Kabupaten Rembang memang terus bersolek. Bahkan, penataan dimulai dari pembangunan spot-spot taman kota di simpang pertigaan hingga perempatan. Program ini menjadi salah satu prioritas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Taufik Darmawan menyebutkan tahun 2022 yang dikerjakan ada 10 paket taman kota. Semua sudah berjalan. Tersebar paling banyak di wilayah kota hingga kecamatan Sedan.
”Mulai Galonan (Rembang-Blora), Tugu Lilin (jalan Veteran), depan Balai Kartini, Tugu Nol (jalan Sudirman), timur batas selatan hingga Pentungan serta ada di luar Kecamatan Sedan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Dari 10 paket yang berjalan tersebut, 4 paket dilaporkan sudah jalan 75 persen. Mulai taman kota Tugu Lilin, Pentungan (90 persen), Galonan dan Sedan.
Beberapa taman kota diperkuat identitas julukan tempat. Ditunjang permainan lampu-lampu hias agar lebih menarik. Beberapa tulisan disesuaikan. Supaya lebih efektif. Dengan dana yang digelontor mulai Rp 80 juta, Rp 130 juta hingga Rp 180 juta.
”Masih banyak butuh perbaikan kecil-kecil. Kalau ada anggaran jalur-jalur hijau dibuat media seperti Galonan,” harapnya.
Jika melihat kota-kota tetangga yang lebih maju urusan RTH rata-rata dibikin media demikian. Supaya tidak terinjak-injak. Di perempatan Galonan mulai kelihatan. Saat ini mulai pemasangan batu alam dan pengisian media dengan tanah tanam. Lalu ditanam aneka bunga.
Kemudian jalan-jalan kota seperti dr Soetomo dan Kartini. Mungkin skala besar di DPU Taru. DLH pendukung spot kecil ditanami.
"Kemudian juga Jalan Pemuda. Kalau bisa dibikin media. Memang ada privat jalur hijau. Supaya tidak rentan diinjak pejalan kaki, pedagang dan sebagainya. Termasuk pungutan titik-titik lain” imbuhnya. (noe/khim) Editor : Abdul Rokhim