Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembakaran Santri di Rembang, Tersangka Peragakan 23 Adegan

Ali Mustofa • Jumat, 30 September 2022 | 17:15 WIB
MENYIRAM: Tersangka pembakaran santri melakukan 23 adegan rekontruksi di salah satu bangunan sekitar Polres Rembang pada Kamis (29/9). (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)
MENYIRAM: Tersangka pembakaran santri melakukan 23 adegan rekontruksi di salah satu bangunan sekitar Polres Rembang pada Kamis (29/9). (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)
REMBANG - Polres Rembang menggelar rekontruksi kasus pembakaran santri. Lokasi dilakukan di sebuah bangunan dekat perempatan Galonan, Rembang. Bangunam tersebut memiliki dua lantai. Total ada sekitar 23 adegan yang dipraktikkan.

Sebelumnya, peristiwa nahas itu berlangsung Minggu (14/8). Bermula dari tersangka Moh Izamil Falah, 20, yang juga petugas keamanan di salah satu pondok Sarang, Rembang,  memeriksa kamar-kamar santri.

Aturannya, setiap pukul 00.00, yang bersangkutan menertibkan santri yang memakai handphone. Namun sebelumnya ada miss komunikasi antara pelaku dan korban, pihak keamanan pondok tersebut sudah meminta handphone pada pukul 18.00. Sehingga terjadi kesalahpahaman.

Esok harinya, pada Senin (15/8), tersangka menemukan sampah puntung rokok di kamarnya. Ia pun menaruh curiga kepada korban yang melakukan perbuatan tersebut. Dari situlah tersangka mulai melakukan aksi pembakaran.

Kemarin ada tujuh santri yang mengikuti proses tersebut. Tersangka Moh Izamil Falah dihadirkan saat reka adegan itu. Adegan pertama tersangka menyuruh para santri untuk mengumpulkan handphone di dalam kamar di lantai dua ponpes itu. Saat itu ada lima santri. Korban sedang dalam posisi menggelosor. Tersangka masuk mengetuk pintu dengan palu di tangan kanan. Tangan kirinya memegang wadah hp. Palu itu dipegang dengan posisi disamping paha. ”Hpnya kumpulkan,” teriak tersangka.

"Gak usah nyentak-nyentak," jawab korban.

Korban dan tersangka pun adu mulut. Kemudian sampai terlontar perkataan "bacot" dari tersangka. Dan, ponsel para santri pun dikumpulkan. Setelah itu, tersangka lalu pergi keluar kamar. Korban yang sebelumnya berasa di posisi menggelosor langsung berdiri mengejar tersangka. Dalam reka adegan kemarin terlihat korban memegang pundak tersangka.

Beberapa adegan lain dilakukan di luar bangunan. Seperti adegan membeli BBM. Setelah itu tersangka kembali ke lantai dua sembari menenteng sebotol BBM yang dibungkus kantong plastik hitam. Ada tiga saksi yang mengetahui.

Tersangka pun masuk ke kamar korban. Dalam reka adegan kemarin, terlihat ada tujuh santri yang tiduran. Korban berada di tengah. Tersangka pun menyiramkan pertalite ke paha korban. Korban sempat terbangun, lalu tersangka menyulutkan kotek api. Dan korban pun terbakar.

Saksi yang berada di samping korban juga terbangun. Botol dan korek api pun ditinggal di lokasi. Korban balik kanan lalu keluar ruangan. Sementara korban meronta-ronta dan seluruh teman di kamarnya terbangun.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo menyampaikan adegan rekontruksi untuk mensinkronisasi keterangan tersangka, saksi dan temuan kepolisian. Proses kemarin dihadiri Kejaksaan Negeri Rembang Ali Nur Fata dan Pengacara tersangka Sapto Joko N.

"Supaya terang, untuk berkas nanti bisa selesai dan tidak ada permasalahan saat persidangan," katanya. (vah/zen) Editor : Ali Mustofa
#rekontruksi pembakaran santri #rembang #adegan rekonstruksi #pembakaran santri #polres rembang #kejari rembang