Baca Juga : Rekanan Tak Penuhi Syarat, Sepuluh Proyek Pembangunan di Rembang Ditender Ulang
Plt Kabag Kesra Dwi Martopo melalui Subandi Pelaksana Bagian Kesra untuk Bidang Kesejahteraan Sosial mengamini Suwito sudah tiba di Maholana. Berangkat dari kampung halaman hari Minggu (21/8). ”Sampai Makasar malam hari. Masuk di pemeriksaan BLK Makasar untuk cek kesehatan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Setelah pemeriksaan, Suwito melanjutkan perjalanan sekira pukul 21.00. Sesampainya di Kecamatan Towuti esok hari pukul 15.00. Lalu berbenah dan menaikan barang-barang dilanjut pukul 16.00 menuju Mahalona.
Di sana, calon transmigran tiba pukul 22.30. Lalu mendapatkan kuncinya. Mencari rumah masing-masing selesai sampai pukul 24.00. Satu KK asal Kota Santri tersebut pun kemudian istirahat. Dilanjutkan, pagi harinya untuk bersih-bersih.
”Setelah bersihkan rumah, selesai dapat uang lelah. Besarnya Rp 1 juta dari pemerintah setempat. Juga dapat jatah hidup, baik pagi, siang dan malam. Serta dapat alat tidur tikar,” terangnya.
Direncanakan setelah tim dari Kesra sampai Rembang akan mengirimkan bantal untuk dipakai di lokasi transmigran. Karena antara desa menuju kecamatan memakan waktu hampir 2 jam. Sehingga kasihan dengan jarak yang jauh.
Lebih lanjut, hingga Kamis (25/8) Suwito belum bisa langsung menggarap lahan. Karena masih bersih-bersih lingkungan. Namun, yang jelas calon transmigran setelah tiba tujuan minimal punya keahlian. “Kalau pertanian ataupun nelayan disesuaikan. Kemudian juga pelatihan-pelatihan baik dari suami maupun istri,” imbuhnya. (noe/ali) Editor : Abdul Rokhim