Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kera Ekor Panjang Serbu Pemukiman Warga di Kaliori Rembang, Begini Penampakannya

Abdul Rokhim • Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:49 WIB
TEREKAM KAMERA: Kera liar berada di atas pohon sekitar pemukiman warga Desa Tambakagung, Kaliori beberapa waktu lalu. (ERRY AKHMADI FOR RADAR KUDUS)
TEREKAM KAMERA: Kera liar berada di atas pohon sekitar pemukiman warga Desa Tambakagung, Kaliori beberapa waktu lalu. (ERRY AKHMADI FOR RADAR KUDUS)
REMBANG – Kawanan kera ekor panjang memasuki pemukiman warga Desa Tambakagung, Kaliori. Mereka memakan buah-buahan hingga telur ayam di perkampungan.

Dias Erry Akhmadi, salah satu warga mengaku baru saja melihat kawanan kera tersebut Rabu (4/8) sore. Saat itu, ia mendengar anak perempuannya berteriak ketakutan karena melihat kera ada di belakang rumah.

Erry pun langsung bergegas keluar. Kejadian munculnya kera seperti itu, kata Erry, memang kerap ditemui dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Ukurannya bisa dibilang cukup besar. Sekitar satu meter. Atau jika Erry menggambarkan, tingginya bisa seukuran dengan anak-anak.

Diperkirakan, ada sekitar 10 kera yang sering berkeliaran. Dua diantaranya berukuran besar. Diduga itu adalah indukan. Setiap masuk ke perkampungan, mereka selalu bergerombol. Biasanya sekitar lima kera. ”Tapi kalau lihat orang mereka pergi,” katanya.

Meski demikian, si kera terkadang juga tak serta merta langsung kabur. Si Kera yang berukuran besar akan menunggu kera-kera kecil terlebih dahulu. ”Setelah itu, baru si kera besar membuntuti di belakang,” katanya.

Diduga, mereka berasal dari hutan di sekitar kecamatan sumber. Di Desa Tambakagung sendiri ada aliran sungai yang mengarah ke sana. Di sepanjang sungai, terdapat bambu-bambu. Sehingga kera-kera itu kemungkinan bergelantungan untuk sampai ke pemukiman warga.Jarak antara Desa Tambakagung dan hutan sekitar 15 kilometer.

”Sepanjang sungai ada kera ekor oanjang sekitar 10 ekor. Tingginya yang dewasa semeteran,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). ”Hampir seriap hari (kera-kera muncul), kalau buah gak ada, mereka (kera-kera) nyerang pemukiman,” ujarnya.

Sekitar 10 tahun lalu, kata Erry, juga pernah ada kejadian serupa. Namun saat itu hanya satu kera. Diketahui hewan itu sampai menjebol genteng dan masuk ke rumah warga. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim
#kaliori #pemukiman warga #kawanan kera #kera #kera ekor panjang rembang