Kemarin, para pendamping PKH diberikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM. Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, peningkatan kapasitas SDM perlu untuk menjawab perubahan regulasi dan sistem.
Hafidz menyadari, tugas pendamping PKH berat. Sebab, perlu mengedukasi penerima manfaat, sehingga mereka mampu merubah nasib. Keluar dari kemiskinan. Seperti memberikan edukasi tentang wirausaha.
Dia meminta setiap enam bulan sekali ada PKH yang sudah mandiri. ”Jangan cuma leda lede. Targetnya mengedukasi penerima manfaat bisa berubah dari lemah menjadi kuat," pesannya.
Di sisi lain, Hafidz mengakui, soal data saat ini memang sedang semrawut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemutakhiran data akan dilaksankan berkala sebulan sekali. ”Dari Kementerian Sosial sudah memberikan ruang untuk perbaikan data. Sekarang tiap bulan bisa update data," jelasnya.
Namun, dalam pelaksanaannya masih ada kendala. Misalnya, untuk menghapus nama-nama penerima yang sudah meninggal dunia. Di sistem pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Rembang akan menghapus data tersebut jika ada laporan. Namun, jarang ada warga yang jarang laporan. ”Kuota 10 ribu jadi tidak cukup, karena orang meninggal masih didata. Ini fakta," jelasnya.
Hal ini dinilai mengganggu data yang dimiliki pemerintah. Saat ini, Pemkab Rembang sudah mulai menyatukan data. Diperlukan koordinasi, sehingga muncul satu data. ”Problem data ini problem nasional. Pendamping PKH supaya berhati-hati," katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang Subhan menyampaikan, acara peningkatkan kapasitas SDM pendamping PKH kemarin, ditujukan supaya program bantuan sosial bisa terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Total ada 122 peserta yang mengikuti acara itu. Masing-masing kecamatan, rata-rata ada sembilan peserta. Mereka akan dilatih dua hari. Mulai kemarin dan hari ini. ”Teman-teman (pendamping PKH, Red) akan digembleng indor maupun outdoor," imbuhnya. (vah/lin) Editor : Ali Mustofa