Baca Juga : Bioskop Plasa Pragolo Pati Diserbu Warga Demi Nonton Film KKN Desa Penari
Mahfudz MD tiba di Leteh sekitar pukul 10.00. Sebelumnya ada sejumlah personel polisi yang berjaga di sekitar pondok. Lokasi ndalem Gus Mus berada di Kelurahan Leteh sekitar persimpangan jalan yang hanya cukup untuk berpapasan dua mobil. Sehingga, lalu lintas perlu diatur untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sejumlah petugas nampak berkoordinasi menyambut kedatangan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Sekitar pukul 10.12, Mahfudz tiba di ndalem. Begitu membuka pintu mobil, langsung disambut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang merupakan keponakan KH Mustofa Bisri.
Mereka bersalaman, saling bermaafan. "Saya lebaran di sini," ucap Yaqut sembari berjalan mengantarkan Mahfudz menuju ndalem.
Di dalam, Mahfudz berbincang dengan duduk lesehan bersama Gus Mus, Menag, dan juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staqouf, yang juga keponakan Gus Mus.
Perbincangan itu berlangsung tertutup. Sekitar 30 menit, Mahfudz berpamitan dan langsung pulang. Agenda kunjungan itu, kata Mahfudz, murni untuk silaturahmi. Sebelum pandemi, dia mengaku sudah sering berkunjung ke Leteh.
Dengan situasi pandemi yang melandai, Mahfudz berharap bisa lebih sering sowan ke Gus Mus. "Dua tahun tidak ke sini. Kangen sama Gus Mus," ujarnya.
Ditanya tentang topik-topik yang dibicarakan, Mahfudz mengatakan, tidak ada pembicaraan khusus. "Perang rusia..," sahut Gus Mus yang berada di sebelah Mahfudz. Mahfudz pun terkekeh.
Dalam kunjungannya itu pula, Mahfudz meminta doa untuk kebaikan negeri. Agar pandemi segera usai dan santri-santri bisa belajar offline kembali. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim