Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jutaan Jamaah Menyentuhnya Setiap Tahun, Ini Alasan Kiswah Ka'bah Harus Diganti

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:33 WIB
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Kabah. (Gemini AI)
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Kabah. (Gemini AI)

MAKKAH – Pergantian tahun baru Islam di Arab Saudi tidak dirayakan dengan pesta kembang api atau perayaan meriah. Sebaliknya, momen 1 Muharram justru ditandai dengan sebuah prosesi sakral yang sarat makna: penggantian kiswah, kain penutup Ka'bah di Masjidil Haram.

Memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah, yang bertepatan dengan 15 Juni 2026 waktu Arab Saudi, otoritas Kerajaan kembali mengganti kiswah Ka'bah sebagai simbol pembaruan spiritual, penghormatan terhadap Baitullah, sekaligus menjaga kesucian bangunan paling suci umat Islam tersebut.

Tradisi ini telah menjadi perhatian jutaan Muslim di seluruh dunia. Di balik kemegahan kain hitam bersulam emas yang menyelimuti Ka'bah, tersimpan filosofi mendalam tentang introspeksi, kesucian, dan semangat memulai lembaran baru.

Simbol Hijrah dan Pembaruan Diri

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, menjelaskan bahwa pergantian kiswah pada awal Muharram bukan sekadar rutinitas teknis.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan hijrah secara spiritual, memperbaiki diri, serta menata niat dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

"Tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pensucian diri," ujar Erti.

Makna itu selaras dengan sejarah kalender Hijriah yang bermula dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga transformasi menuju pribadi yang lebih baik.

Dengan demikian, pergantian kiswah menjadi simbol visual bahwa umat Islam diajak meninggalkan keburukan masa lalu dan memasuki tahun baru dengan semangat ibadah yang diperbarui.

Jutaan Tangan Menyentuh Kiswah

Selain memiliki makna spiritual, pergantian kiswah juga dilakukan karena alasan fisik dan perawatan.

Setiap tahun, jutaan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah. Banyak di antara mereka menyentuh, mencium, atau memegang kiswah sebagai bentuk kecintaan terhadap Baitullah.

Interaksi dalam jumlah besar itu menyebabkan kain penutup Ka'bah mengalami keausan.

"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu, dan dalam satu tahun sudah berapa juta yang memegang. Karena itu diperlukan pembaruan," kata Erti.

Penggantian secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan, keindahan, serta kehormatan Ka'bah sebagai kiblat umat Islam.

Dulu Diganti Saat Musim Haji

Menariknya, jadwal pergantian kiswah tidak selalu dilakukan pada 1 Muharram seperti sekarang.

Erti mengungkapkan, selama bertahun-tahun prosesi tersebut dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan puncak ibadah haji ketika jamaah melaksanakan wukuf di Arafah.

"Saya pernah mengalami pada 2018 pergantian kiswah dilakukan pada 9 Dzulhijjah atau malam Arafah," ujarnya.

Namun, pada 2022 atau 1444 Hijriah, Raja Salman bin Abdulaziz memutuskan untuk memindahkan jadwal penggantian menjadi setiap 1 Muharram.

Keputusan tersebut membuat prosesi pergantian kiswah memiliki keterkaitan langsung dengan peringatan tahun baru Islam dan memperkuat makna simbolik tentang pembaruan serta awal perjalanan spiritual baru.

Kiswah Dibuat dengan Sutra dan Benang Emas

Kiswah bukanlah kain biasa. Penutup Ka'bah tersebut dibuat menggunakan sutra hitam murni berkualitas tinggi dan dihiasi kaligrafi ayat-ayat suci Alquran.

Proses pembuatannya dilakukan secara khusus di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa di Makkah, sebuah fasilitas yang telah memproduksi kiswah selama puluhan tahun.

Para pengrajin terampil menyulam kaligrafi menggunakan puluhan kilogram benang emas dan perak murni, menjadikan kiswah sebagai salah satu karya seni Islam paling bernilai di dunia.

Dalam proses pembuatannya, kiswah terdiri atas beberapa lembar kain besar yang kemudian dijahit menjadi satu kesatuan untuk menyelimuti seluruh bangunan Ka'bah.

Selain memproduksi kiswah Ka'bah, kompleks tersebut juga membuat penutup makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Prosesi Pergantian Dilakukan dengan Sangat Khidmat

Pada malam menjelang masuknya 1 Muharram, tim khusus dari otoritas Masjidil Haram bekerja secara terkoordinasi untuk menurunkan kiswah lama dan memasang yang baru.

Tahapan tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Kiswah lama tidak dibuang begitu saja. Sebagian kain biasanya dipelihara oleh pemerintah Arab Saudi sebagai arsip sejarah, sementara beberapa bagian tertentu dapat dijadikan cendera mata resmi yang diberikan kepada tokoh atau lembaga tertentu.

Prosesi ini berlangsung tertutup dan khidmat, mencerminkan penghormatan tinggi terhadap Ka'bah sebagai pusat ibadah umat Islam.

Lebih dari Tradisi, Sebuah Pengingat bagi Umat

Bagi jutaan Muslim, pergantian kiswah bukan sekadar pergantian kain penutup bangunan suci. Momen ini menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap tahun baru Hijriah merupakan kesempatan untuk memperbarui keimanan, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Di tengah dunia yang terus berubah, tradisi pergantian kiswah menghadirkan pesan yang tetap relevan: bahwa pembaruan sejati dimulai dari hati, melalui kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih baik, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Editor : Mahendra Aditya
#Tahun Baru Islam 1448 Hijriah #1 muharram 1448 h #kiswah Ka'bah #pergantian kiswah Ka'bah #arab saudi