Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Muharram Bukan Sekadar Tahun Baru, Ini 5 Hal yang Sebaiknya Dihindari agar Tak Kehilangan Keberkahannya

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 15 Juni 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi pasrah, berserah, berdoa. (Photo by Jon Tyson on Unsplash)
Ilustrasi pasrah, berserah, berdoa. (Photo by Jon Tyson on Unsplash)

RADAR KUDUS - Bulan Muharram segera menyapa umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram memiliki kedudukan istimewa. Allah SWT bahkan memasukkannya sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan mulia yang disebut dalam Al-Qur'an.

Momentum Tahun Baru Islam kerap dimaknai sebagai waktu untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, selain memperbanyak amalan, umat Islam juga dianjurkan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah dan keberkahan di bulan yang dimuliakan ini.

Berikut lima hal yang sebaiknya dihindari selama bulan Muharram.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Ini 5 Amalan di Bulan Muharram yang Pahalanya Berlimpah

1. Melakukan Maksiat dan Perbuatan Dosa

Muharram merupakan salah satu bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, para ulama mengingatkan agar umat Islam lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan, sikap, dan tindakan.

Perbuatan seperti berbohong, ghibah, memfitnah, menyakiti orang lain, hingga mengabaikan kewajiban salat sebaiknya dijauhi. Sebab, dosa yang dilakukan pada bulan mulia dinilai lebih berat karena dilakukan pada waktu yang istimewa.

Muharram seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan justru mengulang kesalahan yang sama.

2. Mempercayai Mitos dan Takhayul Tanpa Dasar Syariat

Di berbagai daerah, Muharram sering dikaitkan dengan beragam kepercayaan turun-temurun. Ada yang meyakini bulan ini membawa sial sehingga tidak boleh menikah, pindah rumah, membuka usaha, atau melakukan aktivitas tertentu.

Padahal, tidak ada dalil sahih yang melarang hal-hal tersebut hanya karena bertepatan dengan Muharram. Islam mengajarkan agar umatnya menjauhi keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat.

Mempercayai takhayul berlebihan justru dapat menggeser keyakinan seseorang dari prinsip tauhid yang benar.

3. Menyia-nyiakan Kesempatan Beribadah

Muharram dikenal sebagai salah satu bulan terbaik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.

Karena itu, membiarkan bulan ini berlalu tanpa peningkatan ibadah menjadi sebuah kerugian. Kesibukan dunia memang tidak bisa dihindari, tetapi menyisihkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap harus menjadi prioritas.

Bulan yang datang hanya sekali dalam setahun ini merupakan kesempatan emas yang belum tentu kembali ditemui.

4. Bersikap Boros dan Berlebihan

Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal. Menghamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, berfoya-foya, atau mengutamakan gaya hidup konsumtif bertentangan dengan semangat Muharram sebagai momentum introspeksi diri.

Sebaliknya, bulan ini dapat dijadikan kesempatan untuk belajar hidup lebih sederhana, memperbanyak sedekah, dan mengelola rezeki dengan bijak.

Keberkahan sering kali hadir bukan dari banyaknya harta, melainkan dari cara seseorang mensyukurinya.

5. Menunda Taubat dan Enggan Berubah Menjadi Lebih Baik

Tahun Baru Islam identik dengan semangat hijrah. Sayangnya, tidak sedikit orang yang hanya menjadikannya sebagai seremoni tanpa makna.

Kebiasaan buruk terus dipelihara dengan alasan masih ada waktu untuk berubah. Padahal, tidak ada seorang pun yang mengetahui batas usianya.

Muharram seharusnya menjadi titik awal untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Meminta maaf, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memperbarui niat adalah bentuk hijrah yang nyata.

Jadikan Muharram sebagai Titik Balik Kehidupan

Muharram bukan bulan yang patut ditakuti karena mitos-mitos tertentu. Sebaliknya, inilah waktu terbaik untuk memperbanyak kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT.

Memulai tahun Hijriah dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik akan menjadikan Muharram bukan sekadar pergantian kalender, melainkan awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Editor : Mahendra Aditya
#Keutamaan Bulan Muharram #bulan Muharram #larangan bulan Muharram #hal yang dihindari di bulan Muharram #tahun baru islam