RADAR KUDUS - Umat Islam di berbagai belahan dunia kini tengah bersiap menyambut kehadiran Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Di tengah suasana penuh berkah ini, salah satu momentum yang paling dinantikan adalah pelaksanaan Puasa Arafah, sebuah ibadah sunnah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam tradisi Islam.
Secara periodik, ibadah ini ditunaikan setiap tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Momentum tersebut berlangsung secara simultan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, di mana jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Baca Juga: Mulai Hari Ini Senin 18 Mei 2026, Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, Puasa Arafah menjadi sarana spiritual utama untuk merefleksikan diri sekaligus mendulang pahala yang melimpah.
Estimasi Penanggalan dan Jadwal Krusial Menuju Hari Raya Kurban
Berdasarkan kalkulasi astronomis dalam kalender Hijriah, pelaksanaan Puasa Arafah pada tahun ini diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Kendati demikian, konfirmasi final mengenai penanggalan tersebut tetap akan mengacu pada hasil keputusan sidang isbat yang digelar oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama guna menentukan awal bulan Dzulhijjah.
Sebagai gambaran kronologis bagi publik dalam menyusun agenda ibadah, berikut adalah estimasi rangkaian fase penting menjelang perayaan Iduladha 2026:
-
Awal bulan atau 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan dimulai pada Senin, 18 Mei 2026.
-
Hari Puncak atau 9 Dzulhijjah yang menjadi waktu pelaksanaan Puasa Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.
-
Hari Raya Iduladha atau 10 Dzulhijjah secara resmi diproyeksikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Ragam Keutamaan Puasa Arafah: Penghapusan Dosa Dua Tahun
Hari Arafah diakui sebagai salah satu hari paling istimewa dalam syariat Islam. Pada hari tersebut, Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang berkumpul di Padang Arafah di hadapan para malaikat. Oleh karena itu, bagi umat Muslim yang berada di tanah air, mengencangkan ikat pinggang untuk berpuasa pada hari ini menjanjikan ganjaran yang luar biasa.
Ganjaran paling monumental dari Puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa-dosa kecil selama dua tahun secara sekaligus. Keutamaan ini ditegaskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang menyatakan bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain pengampunan dosa yang masif, berikut adalah deretan keutamaan lain yang melekat pada ibadah Puasa Arafah:
-
Pelaku ibadah berhak mendapatkan limpahan pahala yang dilipatgandakan secara signifikan dibandingkan dengan amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari biasa.
-
Hari tersebut menjadi salah satu waktu paling mustajab dan terbaik bagi seorang hamba untuk memanjatkan doa dan permohonan kepada Sang Pencipta.
-
Menjadi wasilah yang efektif untuk memperkuat kedekatan spiritual (taqarrub) kepada Allah SWT.
-
Sebagai wujud nyata dalam menghidupkan dan melestarikan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya.
-
Mendapatkan pancaran keberkahan hidup karena beribadah di waktu yang sangat dimuliakan oleh alam semesta.
Baca Juga: Hapus Dosa 2 Tahun, Ini Jadwal dan Niat Puasa Arafah 2026
Lafal Niat Puasa Arafah
Bagi masyarakat Muslim yang berniat menjalankan ibadah ini, disyaratkan untuk membaca niat di dalam hati, yang juga dapat dilafalkan secara lisan. Pembacaan niat ini idealnya dilakukan pada malam hari atau sebelum memasuki waktu fajar (Subuh).
Berikut adalah lafal niat Puasa Arafah yang dapat diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta'ala.”
Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai jadwal dan besarnya fadhilah yang ditawarkan, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan emas ini secara optimal. Menunaikan Puasa Arafah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah jembatan untuk membersihkan hati dan jiwa, sehingga gerbang Hari Raya Iduladha dapat disongsong dengan semangat baru yang penuh keberkahan. (*)
Editor : Zakaria