RADAR KUDUS – Keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Aceh Barat harus tertunda setelah salah seorang peserta mengalami cedera serius menjelang jadwal penerbangan ke Arab Saudi.
Calon haji bernama Rohani binti Syamaun Sulaiman dipastikan batal berangkat pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi karena mengalami patah tangan akibat terjatuh.
Rohani tercatat sebagai bagian dari kelompok terbang (kloter) BTJ-03 Embarkasi Aceh. Insiden tersebut terjadi hanya dua hari sebelum jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci, sehingga pihak panitia tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan pengganti.
Kasubbag Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Darwin, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan jemaah menjadi pertimbangan utama dalam keberangkatan haji. Karena mengalami cedera dan tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, keberangkatan Rohani akhirnya ditunda.
Baca Juga: Pemkab Sekadau Lepas 3 Calon Jemaah Haji, Masa Tunggu Hanya 8 Tahun
“Jemaah tersebut mengalami patah tangan setelah terjatuh. Karena kondisinya tidak memungkinkan, maka keberangkatannya ditunda,” ujar Darwin, Jumat (8/5/2026).
Akibat pembatalan tersebut, jumlah jemaah dalam kloter BTJ-03 berkurang menjadi 392 orang dari total sebelumnya 393 calon haji. Menurut Darwin, waktu pemberitahuan yang terlalu dekat dengan jadwal penerbangan membuat panitia tidak dapat mengganti kursi kosong dengan calon jemaah lain.
Kloter ketiga Embarkasi Aceh sendiri terdiri dari jemaah asal Kabupaten Aceh Barat, Aceh Utara, dan Kota Langsa. Mereka dijadwalkan terbang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Baca Juga: Makkah Kini Jadi Pusat Pelayanan Haji Indonesia, Jemaah Fokus Persiapan Armuzna
Darwin juga menegaskan bahwa penundaan keberangkatan Rohani berlaku untuk musim haji tahun ini. Sebab, pembatalan dilakukan ketika calon jemaah masih berada di daerah asal. Berbeda halnya jika gangguan kesehatan terjadi saat jemaah sudah berada di Asrama Haji, maka masih memungkinkan dilakukan pemindahan ke kloter berikutnya apabila tersedia kuota.
“Kalau sakitnya terjadi saat sudah di asrama, biasanya masih ada peluang dipindahkan ke kloter lain. Namun karena penundaan ini dilakukan sejak di kabupaten, maka keberangkatannya ditunda permanen tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, proses pemberangkatan jemaah haji asal Aceh secara umum berjalan lancar. Hingga saat ini, sebanyak 786 calon haji dari dua kloter telah tiba di Arab Saudi. Rinciannya, 393 jemaah berada di Madinah dan 393 lainnya sudah berada di Makkah.
PPIH Embarkasi Aceh memastikan seluruh jemaah yang telah tiba di Tanah Suci berada dalam kondisi sehat dan terus mendapatkan pendampingan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Editor : Mahendra Aditya