Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lansia Paling Rentan Tersesat, PPIH Siagakan Petugas di 9 Titik Masjidil Haram

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram. (Gemini AI)
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram. (Gemini AI)

MAKKAH, Radar Kudus – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengungkap sejumlah titik yang paling sering membuat jemaah haji Indonesia tersesat di kawasan Masjidil Haram, Makkah. Area sekitar Terminal Syib Amir hingga jalur menuju WC 9 disebut menjadi lokasi yang paling rawan membingungkan jemaah, terutama lansia.

Petugas Linjam PPIH Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, mengatakan banyak jemaah mengalami kesalahan arah saat hendak kembali menuju terminal bus setelah beribadah di Masjidil Haram.

Menurutnya, sebagian besar jemaah terlalu bergantung pada patokan tertentu, terutama WC 3, sehingga sering salah mengambil jalur saat keluar dari area masjid.

Baca Juga: Bandara Juanda Resmi Layani Haji Gelombang Kedua, 1.900 Jemaah dari Total 60 Kloter Terbang ke Jeddah

Deka menjelaskan, mayoritas jemaah Indonesia sebenarnya berada di jalur yang mengarah ke Terminal Syib Amir dan area dekat WC 9. Namun karena kurang memahami arah, banyak jemaah justru kembali masuk ke kawasan Masjidil Haram dan akhirnya kebingungan mencari jalan pulang.

Kondisi tersebut paling sering dialami jemaah lanjut usia atau lansia yang terpisah dari rombongan. Rasa panik membuat mereka kesulitan mengingat jalur menuju terminal bus atau lokasi hotel tempat menginap.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PPIH Arab Saudi menempatkan petugas layanan perlindungan jemaah atau Linjam di sembilan titik rawan di sekitar Masjidil Haram. Para petugas bertugas membantu jemaah yang kehilangan arah maupun tertinggal dari rombongan.

Baca Juga: Hanya 112 Jemaah Berangkat, Antrean Haji Bontang Capai 29 Tahun

Selain risiko tersesat, jemaah juga menghadapi cuaca panas ekstrem di Kota Makkah. Karena itu, petugas mengingatkan jemaah untuk selalu membawa perlengkapan pelindung diri seperti payung, topi, masker, serta rutin menjaga asupan cairan tubuh.

Petugas juga menyarankan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik, agar tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram saat cuaca terlalu panas.

Sebagai alternatif, jemaah dapat melaksanakan salat di masjid hotel demi menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

PPIH berharap seluruh jemaah Indonesia tetap menjaga stamina, tidak bepergian sendirian, dan selalu memperhatikan titik kumpul rombongan agar terhindar dari risiko tersesat selama berada di Tanah Suci.

Editor : Mahendra Aditya
#jemaah haji tersesat #Terminal Syib Amir #PPIH Arab Saudi #haji Indonesia 2026 #masjidil haram