Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Sepelekan Bersin, Ada Hikmah Kesehatan dan Sunnah di Baliknya

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 08:31 WIB
Ilustrasi bersin (Shutterstock/Billion Photos)
Ilustrasi bersin (Shutterstock/Billion Photos
RADAR KUDUS – Hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari sering kali dianggap sepele. Salah satunya adalah bersin.

Banyak orang memandangnya sekadar refleks tubuh atau bahkan tanda awal penyakit.

Padahal, jika direnungi lebih dalam, bersin merupakan mekanisme perlindungan tubuh yang luar biasa sekaligus memiliki nilai ibadah dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Jangan Remehkan Menguap, Ada Hikmah Kesehatan dan Adab di Baliknya

Bersin mengajarkan bahwa kesehatan, kebersihan, dan spiritualitas dapat bertemu dalam satu peristiwa sederhana.

Secara ilmiah, bersin merupakan cara tubuh mengusir benda asing yang masuk melalui hidung.

Debu, kuman, atau partikel kecil yang terhirup akan menempel pada selaput lendir rongga hidung.

Rangsangan ini kemudian diteruskan ke pusat saraf, memicu refleks menarik napas dalam, diikuti dorongan kuat dari otot pernapasan.

Hasilnya adalah hembusan udara yang kuat untuk mengeluarkan benda asing bersama lendir yang menahannya.

Proses ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki sistem pertahanan alami yang bekerja tanpa disadari.

Dengan kata lain, bersin adalah alarm kesehatan, tanda bahwa tubuh sedang bekerja menjaga keseimbangan.

Bersin dalam Perspektif Sunnah

Islam memandang bersin sebagai nikmat yang patut disyukuri. Rasulullah SAW mengajarkan adab yang indah setelah seseorang bersin.

Ketika bersin, dianjurkan mengucapkan “Alhamdulillah”, sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan.

Orang yang mendengar dianjurkan menjawab dengan doa: “Yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu).

Lalu orang yang bersin membalas dengan doa: “Yahdikumullahu wa yushlih balakum” (semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian bersin lalu mengucapkan ‘Alhamdulillah’, maka jawablah ‘Yarhamukallah’.” (HR. Bukhari).

Adab sederhana ini memperlihatkan bahwa Islam menjadikan momen kecil sebagai sarana mempererat doa dan kasih sayang antarsesama.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Adam AS, ketika pertama kali dihidupkan, mengalami bersin.

Setelah itu beliau mengucapkan “Alhamdulillah”. Para malaikat pun menjawab dengan doa rahmat.

Kisah ini mengandung pesan bahwa sejak awal penciptaan manusia, syukur telah menjadi respons pertama terhadap nikmat kehidupan.

Syukur tidak selalu hadir dalam peristiwa besar. Bahkan dalam satu hembusan bersin pun, manusia diajak untuk mengingat Allah.

Bersin: Tanda Sehat atau Pertanda Sakit?

Dalam kehidupan sehari-hari, bersin sering dianggap sebagai gejala penyakit. Padahal, tidak selalu demikian.

Saat membersihkan rumah, menyapu debu, atau membuka buku lama, bersin justru menjadi tanda bahwa tubuh berhasil mendeteksi partikel asing.

Namun jika bersin terjadi berulang-ulang dan terus menerus, hal ini bisa menjadi indikasi gangguan kesehatan seperti alergi atau flu.

Dalam kondisi seperti ini, langkah bijak adalah menjaga kebersihan diri dan mencari pengobatan yang tepat.

Islam mengajarkan keseimbangan: bersyukur atas nikmat kesehatan, sekaligus berikhtiar ketika tubuh memberi sinyal adanya gangguan.

Wudhu dan Istinsyak: Solusi Kebersihan yang Dianjurkan

Salah satu cara meredakan bersin akibat debu adalah melakukan wudhu dengan istinsyak (menghirup air ke hidung).

Praktik ini membantu membersihkan rongga hidung dari partikel yang memicu alergi.

Gerakan tunduk atau sujud syukur juga membantu tubuh kembali rileks, mengurangi respons berlebihan terhadap rangsangan.

Rasulullah SAW bersabda: “Bersungguh-sungguhlah dalam istinsyak kecuali jika kamu sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkan bahwa membersihkan hidung adalah bagian penting dari kebersihan yang dianjurkan Islam.

Pada akhirnya, bersin bukan sekadar refleks tubuh. Ia adalah tanda bahwa tubuh bekerja menjaga kesehatan, sekaligus kesempatan untuk mengingat Allah dan mendoakan sesama.

Dari satu bersin, lahir rasa syukur, doa, kebersihan, dan kepedulian sosial. Inilah keindahan ajaran Islam: menjadikan hal kecil bernilai besar.

Bersin pun menjadi pengingat bahwa setiap hembusan napas adalah nikmat yang layak disyukuri. (top)

 

Editor : Ali Mustofa
#bersin #kesehatan #Kehidupan #hidung #kuman #manusia