RADAR KUDUS – Kehidupan manusia merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang mengandung hikmah mendalam.
Setiap unsur dalam diri manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, diciptakan dengan sistem yang teratur untuk menjaga kelangsungan hidup serta mengarahkan manusia pada kebaikan.
Dalam dirinya terdapat dorongan alami atau fitrah yang menuntun manusia untuk mengikuti jalan yang benar sekaligus menghindari bahaya dan kerusakan.
Dorongan-dorongan tersebut bukanlah sesuatu yang muncul tanpa tujuan.
Semuanya merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT agar manusia mampu menjaga kehidupannya, mempertahankan kesehatan, serta melestarikan keturunan.
Fitrah Manusia sebagai Penggerak Kehidupan
Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai kebutuhan dasar yang menjadi bagian dari fitrahnya.
Kebutuhan akan makan, minum, tidur, dan melanjutkan keturunan merupakan naluri alami yang tertanam dalam diri setiap manusia sejak lahir.
Naluri inilah yang menggerakkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya secara teratur.
Rasa lapar dan dahaga, misalnya, menjadi dorongan kuat bagi manusia untuk mencari makanan dan minuman.
Tanpa adanya dorongan tersebut, manusia tidak akan memiliki kesadaran kuat untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Makanan menjadi sumber energi bagi tubuh, sedangkan minuman menopang keseimbangan dan fungsi organ-organ kehidupan.
Demikian pula dengan tidur. Allah SWT menjadikan rasa kantuk sebagai mekanisme alami untuk mengembalikan kesegaran tubuh serta memulihkan kekuatan fisik dan mental manusia.
Tanpa dorongan untuk beristirahat, manusia akan terus bekerja tanpa batas hingga mengalami kelelahan yang membahayakan dirinya.
Selain itu, terdapat pula dorongan biologis berupa libido yang menggerakkan manusia untuk melakukan hubungan suami istri.
Dorongan ini menjadi sarana mempertahankan keturunan dan menjaga keberlangsungan generasi manusia di muka bumi.
Semua dorongan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan manusia berjalan dalam sistem yang penuh keseimbangan dan pengaturan yang sempurna.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.” (QS. Ar-Rum: 30)
Ayat ini menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan fitrah yang telah ditetapkan Allah SWT, termasuk dorongan alami yang menjaga kelangsungan kehidupannya.
Hikmah Dorongan Alami dalam Diri Manusia
Jika manusia hanya mengandalkan pengetahuan semata tanpa dorongan alami, kehidupannya tidak akan berjalan dengan baik.
Seandainya seseorang makan dan minum hanya karena mengetahui bahwa tubuhnya membutuhkan asupan, kemungkinan besar ia hanya akan melakukannya saat kondisi darurat.
Akibatnya, tubuh akan kekurangan energi dan tidak mampu bertahan lama.
Demikian pula dalam hal pengobatan. Manusia sering kali harus mengonsumsi sesuatu yang pahit dan tidak disukai demi kesembuhan.
Jika tidak ada dorongan alami untuk mempertahankan kesehatan, manusia mungkin akan menolak pengobatan tersebut dan membiarkan penyakitnya berlarut-larut hingga membahayakan nyawa.
Begitu juga dengan tidur. Apabila manusia hanya beristirahat berdasarkan pilihan rasional tanpa dorongan kantuk, ia mungkin akan memaksakan dirinya terus bekerja.
Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan berat yang berujung pada kerusakan tubuh bahkan kematian.
Dorongan naluri juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan keturunan.
Apabila hubungan suami istri hanya dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional untuk menghasilkan anak, tanpa adanya dorongan alami, maka manusia bisa saja mengabaikannya.
Jika hal itu terjadi, keturunan manusia akan terancam terputus.
Keseimbangan Ciptaan sebagai Bukti Kekuasaan Allah
Semua mekanisme tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan sistem yang sangat sempurna.
Dorongan alami dalam diri manusia tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga menjaga keseimbangan kehidupan secara menyeluruh.
Keseimbangan ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
Manusia tidak dibiarkan menjalani hidup tanpa petunjuk, melainkan dibekali naluri yang menuntun pada kebaikan serta melindungi dari bahaya.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)
Ayat ini menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan kesempurnaan, termasuk sistem naluri yang menjaga kehidupan dan keberlangsungannya.
Dengan memahami hikmah di balik dorongan alami dalam diri manusia, hendaknya setiap orang semakin menyadari kebesaran Allah SWT.
Fitrah yang ada dalam diri manusia bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan bagian dari pengaturan Ilahi yang penuh rahmat.
Kesadaran ini seharusnya mendorong manusia untuk bersyukur, menjaga keseimbangan hidup, serta menggunakan segala nikmat yang diberikan Allah SWT sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Dengan demikian, manusia tidak hanya menjaga kelangsungan hidupnya di dunia, tetapi juga mempersiapkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat. (top)
Editor : Ali Mustofa