Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengapa Bayi Lahir Tanpa Pengetahuan? Ini Hikmah di Baliknya

Ali Mustofa • Senin, 23 Februari 2026 | 06:40 WIB

Photo
Photo

RADAR KUDUS – Dalam perjalanan hidup manusia, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak jelas pada proses pertumbuhan akal dan kemampuan membedakan yang diberikan secara bertahap hingga seseorang mencapai usia baligh.

Proses ini bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa tujuan.

Melainkan bagian dari hikmah ilahi yang menunjukkan kesempurnaan pengaturan Allah SWT terhadap kehidupan manusia sejak awal penciptaannya.

Hikmah Pertumbuhan Akal Secara Bertahap

Perhatikanlah bagaimana seorang bayi dilahirkan ke dunia dalam keadaan belum memiliki pengetahuan dan pemahaman.

Ia hadir tanpa kemampuan berpikir yang matang, tanpa kesadaran penuh atas dirinya, serta belum mampu memahami lingkungan di sekitarnya.

Keadaan ini sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada manusia.

Sebab, jika seorang bayi terlahir dalam kondisi telah memiliki akal sempurna sebagaimana orang dewasa, niscaya ia akan terkejut dan menolak keadaan yang dialaminya.

Bayangkan apabila bayi memiliki kesadaran penuh saat keluar dari rahim ibunya.

Ia akan merasa asing terhadap dunia yang baru dilihatnya, mengalami kebingungan terhadap suasana yang belum pernah dikenal.

Serta merasa gelisah menghadapi berbagai pengalaman pertama yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Bahkan, ia mungkin merasa tidak nyaman ketika harus digendong, dirawat, atau ditimang, karena akalnya menilai dirinya tidak membutuhkan perlakuan tersebut.

Padahal, semua bentuk perawatan itu merupakan kebutuhan mendasar bagi kelangsungan hidupnya.

Selain itu, jika seorang bayi memiliki kesadaran penuh sejak awal, ia mungkin tidak dapat merasakan kehangatan kasih sayang dan kelembutan perhatian yang diberikan kepadanya.

Penolakannya terhadap berbagai bentuk perawatan justru akan menghilangkan manfaat besar yang Allah SWT tetapkan bagi pertumbuhan fisik dan jiwanya.

Oleh karena itu, pertumbuhan akal secara bertahap menjadi bukti nyata kebijaksanaan Allah SWT dalam mengatur perkembangan manusia sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78).

Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia memulai kehidupannya dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa.

Kemudian Allah SWT menganugerahkan berbagai potensi secara bertahap agar manusia dapat berkembang dan memahami kehidupan.

Proses bertahap ini menjadi bukti bahwa setiap fase kehidupan manusia berada dalam pengaturan yang penuh hikmah.

Kesempurnaan Sistem Kehidupan dan Reproduksi Manusia

Tidak hanya pada perkembangan akal, kebesaran Allah SWT juga tampak pada penciptaan sistem kehidupan manusia secara keseluruhan.

Termasuk sistem reproduksi yang menjamin keberlangsungan generasi.

Dalam proses itu pula, Allah SWT menetapkan perbedaan-perbedaan pada laki-laki dan perempuan sebagai bagian dari keseimbangan hidup.

Pada laki-laki, misalnya, Allah SWT menumbuhkan rambut pada wajah seperti kumis dan jambang.

Selain menjadi tanda pembeda antara laki-laki dengan perempuan dan anak-anak, keberadaan rambut wajah tersebut juga memiliki fungsi lain.

Seperti melindungi kulit wajah serta menutupi perubahan yang muncul seiring bertambahnya usia.

Sebaliknya, pada perempuan Allah SWT menjaga wajahnya tanpa pertumbuhan rambut pada bagian wajah agar tetap tampak lembut dan indah.

Keadaan ini menjadi bagian dari fitrah yang mendukung peran dan keistimewaan perempuan.

Sekaligus memperlihatkan keseimbangan penciptaan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan manusia.

Kesempurnaan Penciptaan sebagai Bukti Kebesaran Allah

Semua pengaturan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu pun yang diciptakan Allah SWT tanpa tujuan.

Setiap detail dalam diri manusia, baik yang berkaitan dengan perkembangan akal maupun perbedaan fisik, merupakan bagian dari sistem kehidupan yang tersusun rapi di atas puncak hikmah dan kebenaran.

Allah SWT berfirman: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).

Melalui ayat ini, Allah SWT menegaskan kesempurnaan penciptaan manusia, baik dari sisi fisik, akal, maupun sistem kehidupan yang menyertainya.

Oleh karena itu, manusia sepatutnya merenungkan setiap fase pertumbuhan dirinya sebagai bukti kebesaran Allah SWT.

Dan menjadikannya sebagai jalan untuk meningkatkan rasa syukur serta keimanan kepada-Nya.

Dengan demikian, proses bertahap dalam perkembangan akal, perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan, serta seluruh sistem kehidupan manusia merupakan manifestasi nyata dari kebijaksanaan Allah SWT.

Semua itu menunjukkan bahwa penciptaan manusia berjalan sesuai fitrah yang telah ditetapkan, penuh keseimbangan, dan sarat dengan hikmah yang mendalam bagi kehidupan umat manusia. (top)

Editor : Ali Mustofa
#bayi #Kehidupan #pengetahuan #penciptaan #akal #keimanan #Allah SWT #manusia