RADAR KUDUS - Ramadan 1447 Hijriah resmi dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Sejak fajar hingga matahari tenggelam, jutaan umat Muslim di Indonesia menjalani hari pertama puasa dengan satu penanda yang paling dinanti: azan Magrib.
Namun waktu berbuka tidak seragam. Indonesia yang membentang dari barat ke timur menghadirkan perbedaan menit, bahkan hampir satu jam, dalam menyambut waktu berbuka.
Perbedaan ini bukan sekadar angka, melainkan potret ritme ibadah nasional yang bergerak mengikuti posisi matahari.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ramadan 2026 Jakarta dan Sekitarnya: Panduan Waktu Sahur, Salat, dan Buka Puasa
Jakarta dan Pulau Jawa: Magrib di Rentang Awal Sore
Di wilayah barat Pulau Jawa, azan Magrib berkumandang relatif hampir bersamaan.
Untuk Jakarta dan sekitarnya, waktu berbuka jatuh pada 18.18 WIB.
Sementara Bandung menyusul dua menit kemudian pada 18.20 WIB.
Bergerak ke Jawa Tengah, Semarang memasuki waktu Magrib pada 18.04 WIB, sedangkan Surabaya justru lebih awal, yakni 17.55 WIB.
Perbedaan ini dipengaruhi letak geografis Surabaya yang lebih ke timur dibanding kota-kota lain di Jawa.
Sumatra: Buka Puasa Datang Lebih Senja
Pulau Sumatra mencatat waktu berbuka yang lebih lambat.
Di Medan, azan Magrib terdengar pada 18.43 WIB, sementara Banda Aceh menjadi salah satu wilayah terakhir yang berbuka, yakni 18.55 WIB.
Durasi puasa di wilayah barat Indonesia pun relatif lebih panjang, seiring posisi matahari yang lebih lama terbenam.
Kalimantan dan Bali: Transisi Zona Waktu
Masuk ke zona WITA, waktu berbuka kembali bergeser.
Balikpapan mencatat Magrib pada 18.34 WITA, sedangkan Denpasar berbuka pada 18.46 WITA.
Di kawasan ini, perbedaan menit antarwilayah cukup terasa meski berada dalam satu zona waktu.
Sulawesi dan Indonesia Timur: Berbuka Lebih Cepat
Di Sulawesi Selatan, Makassar memasuki waktu Magrib pada 18.27 WITA.
Sementara di kawasan timur Indonesia, waktu berbuka datang lebih awal.
Ambon berbuka pada 18.51 WIT, sedangkan Jayapura mencatat waktu Magrib paling cepat, yakni 18.00 WIT.
Makna di Balik Perbedaan Waktu
Perbedaan waktu berbuka ini bukan sekadar teknis astronomi. Ia menjadi pengingat bahwa Ramadan dijalani dalam satu niat, namun dengan ritme yang berbeda di tiap daerah. Dari Aceh hingga Papua, azan Magrib bergema bergiliran, menandai berakhirnya puasa dan dimulainya waktu berbagi.
Bagi umat Muslim, ketepatan jadwal menjadi krusial. Selisih beberapa menit dapat menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa. Karena itu, acuan jadwal resmi dari sumber tepercaya menjadi pegangan utama selama Ramadan.
Editor : Mahendra Aditya