Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tujuan Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an: Mengapa Kita Wajib Beribadah

Ali Mustofa • Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:15 WIB

Ilustrasi orang sedang berdoa.
Ilustrasi orang sedang berdoa.

RADAR KUDUS – Banyak orang hidup hanya mengejar dunia, namun pernahkah Anda bertanya: Mengapa kita sebenarnya diciptakan?

Pertanyaan ini sesungguhnya sudah lama dijawab langsung oleh Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur’an.

Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56).

Baca Juga: Rahasia Menemukan Hidup Bahagia dan Bermakna dengan 10 Prinsip Kehidupan 

Ayat ini menjadi bukti bahwa tujuan utama keberadaan manusia bukanlah sekadar bekerja, mencari harta, atau mengejar jabatan. Semua itu hanyalah sarana.

Hakikatnya, kita hadir di dunia ini untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Namun, jangan keliru. Allah SWT tidak membutuhkan sedikit pun ibadah dari manusia.

Penciptaan kita semata-mata agar kita sadar, tunduk, dan mengakui kehambaan di hadapan-Nya.

Bahkan jauh sebelum manusia lahir ke dunia, kita sudah bersumpah kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bagaimana manusia pernah ditanya langsung: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” dan kita semua menjawab, “Betul, Engkau Tuhan kami.” (QS. Al-A’raf: 172).

Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Gagal? Ternyata Rahasianya Karena Dua Hal Sepele Ini!

Janji agung itulah yang kini sedang diuji. Pertanyaannya, apakah kita masih memegang teguh janji itu atau justru melupakannya?

Ibarat seorang pekerja dengan gaji Rp10 juta per bulan, ia tentu akan patuh terhadap aturan majikannya.

Demikian pula seorang asisten rumah tangga yang siap melaksanakan perintah tuannya.

Namun, ada satu perbedaan besar: Allah SWT bukanlah majikan yang menyuruh kita bekerja untuk kepentingan-Nya.

Shalat, zakat, puasa, atau amal apa pun yang kita lakukan, sama sekali tidak menambah sedikit pun kemuliaan-Nya. Justru semua kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri.

Allah SWT berfirman: “Jika kamu berbuat baik, maka (kebaikan) itu untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu pun untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra: 7).

Baca Juga: 6 Cara Sederhana Bangun Rasa Percaya Diri Setiap Hari yang Bisa Dilakukan

Shalat lima waktu, misalnya, akan menenangkan hati dan menyehatkan jasmani kita.

Puasa Ramadhan membersihkan jiwa sekaligus menyehatkan tubuh.

Gotong royong membantu tetangga pun pada akhirnya kembali menjadi keberkahan bagi kita sendiri.

Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan—mencuri, berbohong, atau berbuat zalim—justru akan menjerumuskan kita ke dalam kerugian, cepat atau lambat.

Lalu, apa artinya?

Hidup kita bukanlah main-main. Setiap perintah Allah SWT sesungguhnya adalah fasilitas terbaik untuk mengoptimalkan potensi kita sebagai manusia.

Allah SWT tidak akan pernah rugi jika semua manusia ingkar, karena Dia adalah Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS. Fathir: 15). Justru kita lah yang akan celaka bila mengabaikan tujuan hidup sejati ini.

Allah SWT berfirman, artinya: “Wahai manusia, kamulah yang bergantung dan butuh kepada Allah; sedangkan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” 

Karena itu, jangan salah niat dalam beribadah. Jika hanya berharap pahala atau surga, maka kita hanyalah hamba pahala atau hamba surga.

Namun, bila kita beramal tulus karena Allah SWT semata, itulah tanda seorang hamba sejati.

Allah SWT berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Aku tidak meminta rezeki darimu, Akulah yang memberi rezeki kepadamu.” (QS. Thaha: 132).

Editor : Ali Mustofa
#mengabdi #Allah SWT #beribadah #manusia