Jangan Lewatkan Puasa Hari Arafah! Ini Amalan yang Bisa Hapus Dosa Dua Tahun Sekaligus
Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 5 Juni 2025 | 22:08 WIB
Ilustrasi sedekah. (Freepik)
RADAR KUDUS - Hari Arafah bukanlah hari biasa. Bagi umat Islam, momen ini adalah pintu emas untuk menghapus dosa, memperbanyak pahala, dan memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Di tahun 2025 ini, Hari Arafah jatuh pada Kamis, 5 Juni—sehari sebelum Iduladha. Momentum sakral ini bukan hanya istimewa bagi para jemaah haji di Tanah Suci, tapi juga bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Hari yang dikenal sebagai puncak ibadah haji ini punya keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa doa di hari Arafah adalah yang paling mustajab.
Bahkan, siapa pun yang berpuasa di hari itu akan mendapatkan ampunan dosa selama dua tahun—satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan. Luar biasa, bukan?
Lalu, apa saja amalan yang bisa dilakukan umat Muslim di Hari Arafah agar tak kehilangan limpahan berkahnya?
Bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji, puasa Arafah adalah amalan yang paling dianjurkan. Ini bukan puasa biasa. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)
Walaupun masih memiliki utang puasa Ramadan, ulama seperti Imam Nawawi memperbolehkan tetap berpuasa Arafah, asalkan ada niat kuat untuk melunasi utang tersebut di kemudian hari.
2. Perbanyak Doa: Waktu Emas yang Tak Tertandingi
Hari Arafah adalah waktu terbaik untuk menengadahkan tangan dan memohon kepada Allah. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585)
Gunakan kesempatan langka ini untuk memohon ampun, meminta rezeki, jodoh, kesehatan, hingga kebaikan dunia-akhirat. Tidak ada doa yang sia-sia pada hari ini.
3. Takbir Muqayyad: Gema Kalimat Tauhid yang Menggetarkan
Meskipun takbir identik dengan Iduladha, sebenarnya gema takbir sudah dimulai sejak subuh Hari Arafah.
Ini dikenal dengan takbir muqayyad, yaitu takbir yang dibaca setiap selesai salat, baik fardhu maupun sunnah.
Lafaznya sebagai berikut:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallaahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.”
Takbir ini dibaca hingga Asar pada hari Tasyrik terakhir, atau selama lima hari berturut-turut bagi yang tidak berhaji.
4. Sedekah dan Amal Kebaikan: Gandakan Pahala dengan Tindakan Nyata
Masih dalam rentang 10 hari pertama bulan Dzulhijjah—hari-hari terbaik untuk beramal, Hari Arafah adalah saat tepat untuk menebar kebaikan.
Bersedekah, membantu sesama, berdakwah, atau sekadar menyebar senyum kepada orang lain bisa menjadi ladang pahala yang tak ternilai.
5. Dzikir Para Nabi: Kalimat Tauhid yang Mendobrak Langit
Di sore Hari Arafah, para nabi terdahulu menghidupkan waktu mereka dengan dzikir yang penuh kekuatan spiritual:
“Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.”
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Kalimat ini adalah dzikir yang menggetarkan langit dan menggugurkan dosa.