RADAR KUDUS - Masjid Agung Demak merupakan masjid paling tua di Pulau Jawa, dibangun pada abad ke-15.
Masjid yang kabarnya didirikan oleh Raden Patah dan dibantu oleh para Wali Songo ini letaknya ada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
Lokasinya tersebut berada di tengah kota dan menghadap alun-alun Kabupaten Demak, sehingga tak sulit untuk ditemukan.
Status masjid ini adalah Masjid Bersejarah. Dari segi arsitekturnya, bangunan Masjid Agung Demak masih cukup tradisional, sangat khas dan sarat akan makna.
Meskipun sederhana, namun masjid ini terkesan begitu megah, indah, anggun, dan sangat berkharisma.
Terdapat beberapa unsur ruangan pada denah ruang di Masjid Agung Demak, yaitu terbagi jadi dua ruangan dasar.
Dua ruangan dasar tersebut yang pertama adalah ruang dalem atau ruang utama untuk shalat, dan yang kedua yaitu ruang serambi (pendopo) yang selain berfungsi sebagai tempat shalat, juga bisa digunakan sebagai tempat untuk kegiatan seperti pengajian maupun musyawarah.
Atap pada bangunan utama masjid berbentuk limas susun tiga atau atap tumpang, yang merepresentasikan tentang iman, Islam, dan juga ihsan.
Terdapat pula empat pilar/tiang utama berbentuk silinder dengan bahan dari kayu jati, yakni tiang tersebut dinamakan Saka Tatal atau Saka Guru. Tiang itu letaknya di dalam masjid.
Lalu, ada pintu utama di bagian tengah masjid ini yang dikenal dengan nama "Pintu Bledheg".
Masih ada lagi berbagai hal yang bernilai historis, penuh makna, dan berbagai keunikan arsitektur yang dapat ditemukan di Masjid Agung Demak ini.
Masjid Agung Demak juga bisa jadi salah satu tujuan objek wisata religi.
Sebagai informasi, Masjid Agung Demak juga memiliki museum khusus, yang mana di sana berisi berbagai ilmu pengetahuan mengenai sejarah Masjid Agung Demak.(*)
Editor : Mahendra Aditya