MASJID Jami’ Muhammad Arif hingga saat ini masih terus dijaga bentuknya serupa ketika awal dibangun di tahun 1811 Masehi. Di dalam ruangan masjid, bentuka persegi.
Di dalamnya, terdapat 4 buah tiang khas bangunan Jawa yang menyangga bagian atap.
Menurut Nasir, beberapa bentuk arsitektur yang tetap dijaga ciri khasnya hingga saat ini selain atap masjid adalah keberadaan tiang tersebut. Jumlahnya ada 4. Soko guru itu berfungsi sebagai penyangga seluruh bangunan masjid.
”Ini layaknya sebagai pegangan. Tuntunan,” ujar Abdun Nasir, Ketua Takmir Masjid Jami` Muhammad Arif.
Ia menjelaskan, beragam peninggalan bersejarah lainnya masih dipertahankan. Di antaranya bedug, mimbar, hingga serpihan kayu yang dahulu jadi tiang masjid. Peninggalan tersebut masih dipajang dan difungsikan hingga saat ini.
Bahkan dari pengakuan Nasir, beberapa kali Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jogja beberapa kali melakukan penelitian beberapa terhadap beberapa peninggalan tersebut.
Selain peninggalan tersebut, terdapat satu peninggalan lagi yang masih tersimpan dari perjalanan dakwah sosok Muhammad Arif.
Itu berupa kitab berisi beragam catatan perjalanan, juga isi dakwah, hingga silsilah sosok Muhammad Arif. Kitab tersebut disimpan di kediaman Abdun Nasir.
Kitab tersebut dijaga dan dirawat oleh keturunan sosok Muhammad Arif, khususnya bagi sosok yang rumahnya tidak jauh dari Masjid Jami` Muhammad Arif berada.
”Masjid ini juga sebagai saksi persebaran Islam di wilayah Jepara. Yang dahulu didominasi masyarakat Hindu,” papar Nasir. (rom/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma