RADAR KUDUS - Sholat tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang hanya dikerjakan di bulan Ramadan.
Namun, bagaimana jika seorang Muslim ingin melaksanakannya sendiri di rumah?
Apakah tetap sah dan bagaimana hukumnya? Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut!
Hukum Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Secara umum, sholat tarawih bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendirian (munfarid).
Rasulullah SAW sendiri pernah mengerjakan sholat tarawih secara individu maupun berjamaah dengan para sahabatnya. Oleh karena itu, sholat tarawih di rumah tetap sah dan diperbolehkan.
Hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menegakkan malam Ramadan (dengan sholat) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Meskipun dianjurkan berjamaah di masjid untuk mendapatkan pahala yang lebih besar, sholat tarawih sendiri di rumah tetap bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki kendala tertentu, seperti kesehatan, kesibukan, atau kondisi lainnya.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Salah satu perbedaan pendapat dalam sholat tarawih adalah jumlah rakaatnya. Berikut beberapa pendapat yang berkembang:
-
8 Rakaat + 3 Rakaat Witir
-
Pendapat ini merujuk pada hadis Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah sholat malam lebih dari 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadan.
-
-
20 Rakaat + 3 Rakaat Witir
-
Ini adalah pendapat mayoritas ulama dan juga yang umum dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
-
-
36 Rakaat + 3 Rakaat Witir
-
Pendapat ini diikuti oleh sebagian ulama dari mazhab Maliki, yang mengacu pada praktik di Masjid Qairawan, Tunisia.
-
Pada dasarnya, jumlah rakaat sholat tarawih bersifat fleksibel. Seorang Muslim bisa menyesuaikannya dengan kemampuannya, asalkan tetap dikerjakan dengan penuh khusyuk dan sesuai tuntunan.
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Bagi yang ingin melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah, berikut adalah tata cara sederhananya:
-
Niat dalam hati untuk melaksanakan sholat tarawih karena Allah SWT.
-
Takbiratul ihram (mengangkat tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar").
-
Membaca Surat Al-Fatihah, lalu diikuti dengan surat pendek dari Al-Qur’an.
-
Rukuk dengan membaca Subhana Rabbiyal Adhim sebanyak tiga kali.
-
I’tidal (berdiri setelah rukuk) dengan membaca Sami’Allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd.
-
Sujud pertama dengan membaca Subhana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali.
-
Duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali.
-
Bangkit ke rakaat berikutnya, lalu mengulang gerakan yang sama hingga salam.
-
Setelah selesai, dapat melanjutkan dengan sholat witir 1, 3, atau 5 rakaat sebagai penutup.
Keutamaan Sholat Tarawih
Melaksanakan sholat tarawih, baik berjamaah maupun sendiri, memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
-
Menghapus Dosa
-
Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, sholat tarawih menjadi salah satu sarana pengampunan dosa bagi mereka yang menjalankannya dengan iman dan ikhlas.
-
-
Memperbanyak Pahala
-
Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan setiap amalan kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala berlipat ganda.
-
-
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
-
Sholat tarawih adalah kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan ketakwaan.
-
-
Menyemarakkan Malam Ramadan
-
Dengan melaksanakan sholat tarawih, baik di masjid maupun di rumah, umat Islam turut menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah.
-
Kesimpulan
Sholat tarawih bisa dilakukan sendiri di rumah dan tetap sah secara syariat. Meskipun berjamaah lebih utama, ada kalanya seseorang lebih nyaman beribadah secara mandiri.
Yang terpenting adalah menjaga niat yang lurus dan melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan.
Jangan lupa untuk melengkapi ibadah tarawih dengan doa dan amalan lainnya agar Ramadan semakin bermakna!(*)
Editor : Mahendra Aditya