Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Niat dan Keutamaan Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah, Pahalanya Berlipat Ganda

Redaksi • Sabtu, 15 Juni 2024 | 02:30 WIB
ILUSTRASI Puasa.
ILUSTRASI Puasa.

RADAR KUDUS - Dzulhijjah 1445 H telah tiba.

Bulan dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan dimana dianjurkan untuk memperbanyak ibadah ibadah sunah seperti puasa.

Salah satu puasa yang pahalanya berlipat ganda adalah puasa arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah. 

Puasa arafah memiliki keutamaan sebagai berikut : 

Penghapusan dosa Berpuasa pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah ﷺ bersabda:

    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ 

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim) Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).

Hari pembebasan dari siksa neraka termasuk keutamaan Hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

    مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟  

Artinya: "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?." (HR Muslim).

 Niat puasa pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)  

  نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi taâlâ.   

 

 Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah taâlâ.”    

Hanya, karena puasa Dziulhijjah merupakan puasa sunnah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya.

Yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. (Ety/x).

Editor : Dzikrina Abdillah
#keutamaan #arafah #niat #Dzulhijjah #puasa