RADAR KUDUS - Sholat Idul Fitri, yang juga dikenal sebagai Salat al-Eid atau Sholat Hari Raya, adalah salah satu ritual penting dalam agama Islam.
Sholat Ied dilaksanakan pada hari pertama bulan Syawal, setelah selesai menjalani ibadah puasa Ramadan.
Sholat ini merupakan simbol kebahagiaan dan kebangkitan spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Sholat Idul Fitri merupakan momen kebahagiaan bagi umat Muslim, yang menandai akhir dari bulan Ramadan yang penuh berkah.
Baca Juga: LENGKAP! Lafal Teks Takbir Idul Fitri Full Arab Beserta Latin dan Artinya
Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Muslim merayakan kemenangan atas diri mereka sendiri dalam mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas spiritualitas mereka.
Sholat Idul Fitri juga menjadi waktu untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Di dalam kitab Nihayatuz Zein, Syekh Nawawi menjelaskan bahwa sholat dua Id (Idul Adha dan Idul Fitri) sudah ditentukan waktunya dan dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
Sholat Ied disyariatkan secara khusus untuk umat Nabi Muhammad.
Berikut ini adalah lafal niat sholat Idul Fitri yang dikutip Ustadz Alhafiz Kurniawan dari Kitab Irsyadul Anam karya Sayyid Utsman bin Yahya dan Perukunan Melayu.
Dilansir dari NU Online, niat ini dibaca sebelum takbiratul ihram.
Lafal niat sholat ied sebagai imam:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."
Lafal niat sholat ied sebagai makmum:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."
Hukum Sholat Idul Fitri Sendirian
Shalat Idul Fitri Sendirian Ustadz Alhafiz Kurniawan menyarankan orang yang luput sholat ied berjamaah agar melakukan solat ied dua rakaat sendirian tanpa perlu jahar dan tanpa khutbah.
Orang yang luput itu melakukan sholat ied sendiri di rumah atau di masjid dengan niat tunai (adâ’an).
Lafal niat sholat Idul Fitri yang dilakukan sendirian:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
"Saya niat sholat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah ta'ala."
Ustadz Alhafiz mengutip uraian Ibnu Rusyd yang merangkum pendapat para ulama mengenai hukum shalat Id sendirian.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri Serta Keutamaannya Dalam Menyambut Hari Raya
Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid menjelaskan bahwa ulama berbeda pendapat perihal orang yang luput sholat ied bersama imam.
Sebagian ulama mengatakan, orang itu melakukan sholat empat rakaat.
Pendapat ini dipegang oleh Imam Ahmad dan Ats-Tsauri berdasarkan riwayat dari sahabat Ibnu Mas‘ud ra.
Sebagian ulama mengatakan, seseorang harus mengqadha sholat dua rakaat dengan cara yang dilakukan imam, baca takbir dan baca surat dengan lantang (jahar) seperti yang dilakukan imam.
Pendapat ini dipegang oleh Imam As-Syafi’i dan Abu Tsaur.
Ulama lain mengatakan, cukup shalat dua rakaat tanpa lantang (jahar) baca surat dan tanpa takbir sunnah.
Ulama lain mengatakan, jika imam sholat ied di mushala maka ia shalat Id dua rakaat, tapi jika imam shalat di luar mushala maka ia shalat Id empat rakaat.
Ada lagi ulama mengatakan, tidak perlu mengqadha sholat Ied sama sekali.
Pendapat ini dipegang oleh Imam Malik dan pengikutnya.
Editor : Dzikrina Abdillah